Pangkalpinang

Inflasi Babel 3,31 Persen, Ekspor Timah Melonjak 203 Persen di Awal 2026

×

Inflasi Babel 3,31 Persen, Ekspor Timah Melonjak 203 Persen di Awal 2026

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BPS Babel) mencatat sejumlah indikator ekonomi daerah menunjukkan dinamika pada awal 2026. Inflasi tahunan masih terkendali, nilai tukar petani meningkat, sementara ekspor timah melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Februari 2026, Babel mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,75. Namun secara bulanan (month to month/m-to-m), Babel justru mengalami deflasi sebesar 0,64 persen.

Inflasi tahunan terutama dipicu oleh kenaikan harga tarif listrik, emas perhiasan, dan cumi-cumi. Sementara secara bulanan, perubahan harga dipengaruhi oleh komoditas bayam, sawi hijau, dan ikan kerisi.

Jika dilihat per kabupaten/kota, Kabupaten Bangka Barat mencatat inflasi tahunan tertinggi yakni 4,78 persen dengan deflasi bulanan 0,77 persen. Sementara Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi tahunan 3,00 persen dan deflasi bulanan 0,01 persen.

Di Kota Pangkalpinang, inflasi tahunan tercatat 3,00 persen dengan inflasi bulanan 0,44 persen. Sedangkan Tanjungpandan mengalami inflasi tahunan 2,16 persen dan deflasi bulanan cukup dalam sebesar 1,56 persen.

Nilai Tukar Petani Naik

Kinerja sektor pertanian juga menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) Bangka Belitung pada Februari 2026 tercatat 154,36, meningkat 1,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dipengaruhi meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menjadi 191,64 atau naik 0,73 persen, terutama dari komoditas kelapa sawit, karet, dan cabai rawit.

Sementara itu Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun 0,44 persen menjadi 124,15, dipicu turunnya harga beberapa komoditas seperti bayam, sawi hijau, dan kacang panjang.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat 0,57 persen menjadi 152,40, sedangkan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,15 persen dengan indeks 125,75.

Secara regional Sumatera, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,26 persen dengan indeks 154,23. Sementara penurunan terdalam terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar -1,60 persen. Dengan nilai 154,36, Babel menempati peringkat keempat NTP tertinggi di Pulau Sumatera, setelah Bengkulu, Riau, dan Jambi.

Ekspor Timah Melonjak

Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Babel pada Januari 2026 mencapai US$157,93 juta, meningkat 109 persen dibandingkan Januari 2025. Lonjakan ekspor tersebut terutama didorong oleh komoditas timah yang mencapai US$131,81 juta. Angka ini melonjak 203,03 persen dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar US$43,50 juta.

Sementara itu nilai impor Babel pada Januari 2026 tercatat US$112,07 ribu, naik 112,28 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$52,79 ribu. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Bangka Belitung pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar US$157,93 juta.

Kunjungan Wisatawan Turun Bulanan

Dari sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Babel pada Januari 2026 mencapai 386,53 ribu perjalanan. Angka ini turun 1,95 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 394,21 ribu perjalanan. Namun secara tahunan, jumlah kunjungan wisatawan domestik justru naik 7,79 persen dibandingkan Januari 2025.

Jumlah tamu yang menginap di hotel di Babel tercatat 59.259 orang, turun 9,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang berada di angka 25,47 persen, turun 5,81 poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 31,28 persen. Sementara rata-rata lama tamu menginap pada Januari 2026 tercatat 1,45 malam, sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya 1,46 malam.

Penumpang Transportasi Menurun

Aktivitas transportasi di Babel juga mengalami penurunan pada awal tahun.

Pada sektor angkutan laut, jumlah penumpang berangkat tercatat 34,01 ribu orang, turun 34,01 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara penumpang datang sebanyak 28,53 ribu orang, turun 6,76 persen.

Jumlah barang yang dimuat melalui transportasi laut tercatat 254,34 ribu ton, turun 13,23 persen, sedangkan barang yang dibongkar sebanyak 137,50 ribu ton, turun 22,32 persen.

Di sektor angkutan udara, jumlah penumpang berangkat tercatat 63,36 ribu orang, turun 12,70 persen dibanding bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 43,51 ribu penumpang berangkat melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang, sementara 19,85 ribu penumpang melalui Bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung.

Untuk penumpang datang, tercatat 66,77 ribu orang, turun 10,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data lengkap perkembangan ekonomi Bangka Belitung dapat diakses melalui laman resmi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung https://babel.bps.go.id/pressrelease(*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *