PANGKALPINANG, DAN – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elvi Diana berharap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bangka Belitung yang baru dilantik mampu berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah. Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Senin (2/2/2026).
“Di bawah kepemimpinan Kepala OJK yang baru ini diharapkan dapat mendukung perekonomian dan investasi di daerah ini dengan baik,” ujarnya.
Menurut Elvi, OJK memiliki peran strategis sebagai regulator keuangan, terutama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta mengawasi berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan. Ia menekankan bahwa pengawasan keuangan menjadi sangat penting mengingat karakter Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan.
“Kita sangat membutuhkan peran penting dalam sisi literasi keuangan. Karena OJK ini merupakan regulator daripada keuangan, institusi keuangan kita. Di mana OJK ini harus melakukan pengawasan, kepada setiap transaksi-transaksi yang terjadi. Apalagi, kita Pemprov Bangka Belitung ini kan kepulauan,” katanya.
Elvi juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara OJK dengan Pemerintah Daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk mewujudkan sistem keuangan daerah yang sehat, aman, dan akuntabel.
Elvi menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan OJK ke depan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, kepemimpinan Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi serta Kepala OJK Bangka Belitung yang baru dikukuhkan memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni.
“Kepala OJK Pusat dipimpin oleh Frederica Widyasari, lalu juga sudah digelar pengukuhan Kepala OJK Bangka Belitung. Beliau sudah sangat mumpuni dan kompetensi, untuk memimpin OJK dalam masa akhir periode ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Komisi II DPRD Babel ini menyoroti tingginya urgensi literasi keuangan di Bangka Belitung. Ia menyebut, sebagai daerah kepulauan, Babel cukup rentan terhadap berbagai aktivitas ilegal seperti penipuan daring, pinjaman online ilegal, hingga investasi bodong.
“Edukasi tidak hanya harus sampai ke kalangan menengah, tetapi juga turun ke masyarakat, sekolah, dan ibu-ibu rumah tangga secara teratur. OJK sebagai regulator keuangan harus melakukan pengawasan terhadap setiap transaksi, karena kita sebagai daerah kepulauan sangat rentan terhadap hal-hal negatif tersebut,” tuturnya.
Selain itu, Elvi berharap OJK dapat lebih berpihak pada kepentingan daerah, khususnya dalam penguatan sektor UMKM. Ia menilai, dukungan berupa edukasi, sosialisasi, dan pendampingan keuangan akan sangat membantu pelaku usaha lokal untuk tumbuh secara berkelanjutan.
“Selain itu, diharapkan juga OJK bisa membawa kepentingan juga dari Provinsi Bangka Belitung ini, terutama untuk UMKM dan juga untuk literasi. Kemudian juga untuk sosialisasi dan edukasi, daripada finansial keuangan di Bangka Belitung,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.
Di akhir pernyataannya, Elvi menekankan peran OJK dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama yang berkaitan dengan sektor pertimahan. Menurutnya, fluktuasi harga timah sangat berpengaruh terhadap perekonomian Bangka Belitung dan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat yang mendapatkan penghasilan dari sektor timah perlu tahu bagaimana menginvestasikan uangnya dengan tepat, karena gaya hidup yang tidak baik bisa merusak ketahanan perekonomian,” tutupnya. (*/tim)














