PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar aksi gotong royong bersih-bersih Pasar Pagi sebagai langkah awal meningkatkan kebersihan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan pasar bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan revitalisasi Pasar Pagi yang tengah diusulkan ke Kementerian Perdagangan.
Aksi bersih-bersih melibatkan enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan Dinas Perdagangan, Industri, dan UMKM sebagai leading sector. OPD lain yang terlibat antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan secara sinergis sesuai dengan tugas dan peralatan masing-masing OPD.
“LH tidak punya semprotan air, Damkar punya. Pol PP kita bantu Damkar agar penyemprotan bisa dilakukan. Hari ini kita fokus pada pembersihan selokan agar aliran lancar, baru kemudian kebersihan di dalam pasar,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, program ini dirancang agar tidak mengganggu aktivitas jual beli pedagang. Ia juga menekankan pentingnya peran pedagang dalam menjaga kebersihan dengan membersihkan lapak masing-masing setelah berjualan. Aksi bersih-bersih pasar direncanakan berlangsung secara rutin di empat pasar yang ada di Kota Pangkalpinang.
“Dalam sebulan, setiap pasar bisa sekali, tapi kita sudah punya tim khusus. Ada Tim Cangkul, tim tukang rumput, dan Damkar,” kata Saparudin.
Untuk mendukung keberlanjutan program kebersihan, Pemkot juga meminta PDAM memasang sistem penyemprotan air permanen di area pasar.
“Kami juga sudah minta PDAM memasang sistem penyemprotan permanen, sehingga tidak perlu lagi menggunakan mobil Damkar,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Pangkalpinang tengah mengajukan revitalisasi Pasar Pagi ke Kementerian Perdagangan. Proposal tersebut telah disampaikan sejak November tahun lalu dan saat ini masih dalam tahapan proses yang dinilai berjalan lancar.
“Harapan kita dana revitalisasi bisa segera dicairkan, karena pasar ini terakhir direnovasi pada 2011. Tahap revitalisasi rencananya bisa dimulai pertengahan tahun ini, setelah evaluasi tiga bulan pertama selesai. Ada sedikit anggaran APBD yang juga bisa digunakan,” kata Wali Kota.
Revitalisasi direncanakan mencakup seluruh kios dan fasilitas pasar, termasuk penataan fungsi lantai dua. Area tersebut akan difungsikan sebagai ruang pelayanan publik, seperti ATM, kantor kas bank, aula pertemuan, food court, dan mushola yang representatif.
“Lantai dua biasanya kurang diminati pedagang, jadi lebih baik digunakan untuk keperluan publik, sesuai arahan Kementerian Perdagangan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mengimbau para pedagang agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan pasar, khususnya dengan tidak membuang sisa dagangan ke selokan. Ia menilai kebiasaan tersebut masih menjadi persoalan utama di Pasar Pagi.
“Saya masih melihat ada sisa dagangan yang dibuang ke selokan. Ini menambah beban petugas kebersihan. Kami berharap para pedagang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan pasar,” ujarnya.
Dessy menambahkan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi momentum bagi Pemkot untuk melihat langsung kondisi Pasar Pagi yang dinilai sudah membutuhkan perbaikan serius. Ia menyebutkan, revitalisasi pasar telah disiapkan dan saat ini masih dalam proses pengajuan bantuan dana ke pemerintah pusat.
“Hari ini kita bergotong royong dengan OPD sesuai arahan Pak Wali Kota. Pasar Pagi akan kita revitalisasi dan saat ini masih dalam proses pengajuan bantuan dana ke pemerintah pusat karena anggarannya tidak sedikit,” jelasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Dessy menyebutkan sejumlah fasilitas pasar perlu mendapat perhatian, mulai dari bangunan lantai dua yang minim aktivitas, kondisi musala dan tempat wudu, hingga area penjualan ikan yang licin akibat kerusakan keramik.
“Kondisi ini akan menjadi satu paket dalam revitalisasi. Termasuk perbaikan keramik di area ikan yang sudah rusak dan licin,” tambahnya. (*/tim)













