Pangkalpinang

79 Paket Sembako Dibagikan Wali Kota Pangkalpinang pada HUT ke-25 Babel dan HKSN di Bukit Intan

×

79 Paket Sembako Dibagikan Wali Kota Pangkalpinang pada HUT ke-25 Babel dan HKSN di Bukit Intan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin membagikan sebanyak 79 paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan sosial memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sekaligus Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Bukit Intan dan menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menyampaikan bahwa usia 25 tahun Babel merupakan fase yang sarat dengan semangat dan harapan untuk terus tumbuh dan maju. Ia juga menegaskan kedekatan emosionalnya dengan daerah ini sebagai putra asli Bangka.

“Umur 25 tahun ini ibarat orang Bangka, men bujang tengah gagah-gagahnya, men mentinak tengah cikar-cikarnya. Saya ini orang Bangka, bapak dan emak saya orang Bangka,” ujarnya di hadapan warga.

Wali Kota menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut merupakan bagian dari kegiatan HKSN yang dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Kota Pangkalpinang. Selain penyaluran bantuan, rangkaian kegiatan sosial lainnya juga telah dilaksanakan.

Beberapa kegiatan tersebut meliputi pembersihan panti asuhan, gotong royong membersihkan rumah-rumah lansia, serta kegiatan donor darah. Menurutnya, aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Prof. Saparudin juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga masyarakat untuk terus menggiatkan kegiatan positif berbasis gotong royong. Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbuat bagi masyarakat.

“Kalau tidak ada duit, kita gotong royong. Bayangkan kalau seribu orang menyumbang seribu rupiah, sudah terkumpul satu juta. Kita bisa buat kegiatan untuk masyarakat dan anak-anak kita, apalagi saat libur sekolah,” katanya.

Selain isu sosial, Wali Kota turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan pasang laut tinggi atau rob. Hal ini mengingat kondisi geografis Pangkalpinang yang rawan genangan, terutama di wilayah Genas, Jalan Balai, serta kawasan pesisir seperti Temberan dan Pasir Putih.

“Pangkalpinang ini seperti kuali, bagian tengahnya rendah. Tahun ini pasang rob juga lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, jadi kita harus sama-sama waspada,” tegasnya.

Dalam upaya menjaga kebersihan dan ketertiban kota, Prof. Saparudin meminta agar kegiatan gotong royong rutin terus dilakukan di tingkat RT dan RW. Ia memastikan pemerintah kota melalui lurah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siap memberikan dukungan.

Wali Kota menyebutkan sebanyak 95 personel BPBD disiagakan untuk membantu kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kebersihan dan kerapian kota merupakan kunci terciptanya kenyamanan bersama.

“Kota kalau bersih dan rapi, kita senang melihatnya. Tidak perlu mewah, yang penting bersih,” ujarnya.

Terkait aktivitas pedagang kaki lima, Wali Kota menegaskan bahwa berjualan di trotoar diperbolehkan dengan syarat tidak bersifat permanen. Ia menekankan bahwa fungsi utama trotoar harus tetap dijaga.

“Boleh jualan di trotoar, tapi gerobaknya harus pakai roda dan setelah selesai dibawa pulang. Trotoar itu hak pejalan kaki, bukan tempat jualan permanen,” pungkasnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *