PANGKALPINANG, DAN — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa menegaskan bahwa peran Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) sangat strategis dalam memperkuat literasi publik dan publikasi program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting. Hal tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Publik IPKB Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (5/12/2025).
Fazar mengatakan bahwa di era digital yang penuh tantangan, jurnalis dan penulis IPKB menjadi mitra penting bagi BKKBN dalam memastikan pesan pembangunan keluarga dapat sampai ke masyarakat dengan tepat.
“Peran IPKB sangat penting. Keberhasilan program itu bukan hanya soal kebijakan, tetapi bagaimana kebijakan itu dipahami publik. Di sinilah jurnalis dan penulis berperan menjembatani pesan pembangunan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyentuh,” ujarnya.
Fazar menekankan bahwa program prioritas Quick Win membutuhkan dukungan publik yang kuat, dan dukungan tersebut hanya bisa hadir melalui komunikasi yang konsisten dan berkualitas.
“Quick Win membutuhkan publikasi yang kuat dan berkelanjutan. Kami berharap IPKB terus melahirkan konten edukatif, tulisan kreatif, dan pemberitaan positif yang mendorong gerakan sosial ini semakin masif,” tambahnya.
Fazar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota IPKB Babel atas kontribusinya selama ini.
“Banyak karya jurnalistik dan tulisan edukatif dari IPKB yang telah membantu mengubah pola pikir masyarakat menuju keluarga yang lebih siap, sehat, dan sejahtera. Kami benar-benar mengapresiasi komitmen teman-teman,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua IPKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nurul Kurnoasih, turut menyampaikan apresiasi kepada BKKBN yang selama ini telah memfasilitasi kegiatan publikasi IPKB.
“Selama ini BKKBN selalu memfasilitasi teman-teman IPKB untuk mempublikasikan berita dan informasi penting terkait pembangunan keluarga. Kami berterima kasih, perhatian BKKBN sangat luar biasa,” ucapnya.
Nurul juga menyinggung soal keterbatasan anggaran yang menyebabkan tidak semua anggota IPKB dapat terlibat merata dalam kegiatan publikasi.
“Kami memahami keterbatasan anggaran sehingga tidak semuanya bisa difasilitasi secara bersamaan. Namun kami berharap tahun depan kerja sama bisa lebih intens, dan anggota yang terlibat bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Nurul menambahkan bahwa IPKB tetap berkomitmen mendukung publikasi program Bangga Kencana, namun ke depan diperlukan pola kerja sama yang lebih adil dan saling menguntungkan.
“Kami berharap ada pola yang lebih tepat agar teman-teman jurnalis tidak hanya merasa menjalankan tugas publikasi, tetapi juga mendapatkan timbal balik yang sepadan,” ungkapnya.
Forum Komunikasi Publik IPKB 2025 ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BKKBN dan insan pers, khususnya dalam menyebarkan informasi mengenai pembangunan keluarga, pencegahan stunting sejak pra-nikah hingga 1.000 HPK, serta gerakan prioritas Quick Win. Fazar menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh peserta terus menjaga semangat kolaborasi dan kreativitas. (tim)













