Bisnis & PariwisataPangkalpinang

BPS Rilis Kinerja Ekonomi Babel: Inflasi Naik, Ekspor Merosot, Wisata dan Transportasi Udara Menguat

×

BPS Rilis Kinerja Ekonomi Babel: Inflasi Naik, Ekspor Merosot, Wisata dan Transportasi Udara Menguat

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis perkembangan indikator ekonomi terbaru per November dan Oktober 2025. Rilis tersebut menunjukkan dinamika yang cukup beragam, mulai dari inflasi yang meningkat, nilai tukar petani yang melemah, hingga pariwisata dan transportasi udara yang kembali menggeliat.

Pada November 2025, Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,55. Secara month-to-month, inflasi naik 0,36 persen. Kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas emas perhiasan, cabai merah, serta cumi-cumi, sementara inflasi bulanan didorong oleh kenaikan harga ikan selar, emas perhiasan, dan udang basah. Di tingkat wilayah, perkembangan inflasi menunjukkan variasi: Tanjung Pandan mengalami inflasi tahunan 1,67 persen namun mengalami deflasi bulanan 0,68 persen, sedangkan Bangka Barat dan Belitung Timur mencatat inflasi tahunan di atas 3 persen. Kota Pangkalpinang sendiri mengalami inflasi tahunan 2,67 persen dan inflasi bulanan 0,72 persen.

Sementara itu, kondisi petani di Bangka Belitung masih tertekan. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat turun 1,43 persen menjadi 152,52. Penurunan ini disebabkan merosotnya indeks harga yang diterima petani—khususnya komoditas kelapa sawit, ayam ras pedaging, serta lada atau merica—yang turun 1,47 persen menjadi 188,31. Di sisi lain, indeks harga yang dibayar petani juga mengalami sedikit penurunan menjadi 123,47 akibat menurunnya harga daging ayam ras, ikan selar, dan cabai rawit. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) ikut terkoreksi 1,72 persen menjadi 150,13 setelah biaya produksi dan penambahan barang modal meningkat. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, posisi NTP Bangka Belitung berada di urutan keempat, di bawah Bengkulu, Riau, dan Jambi. Provinsi Lampung mencatat peningkatan NTP tertinggi, sementara Riau mengalami penurunan terdalam.

Pada sektor perdagangan luar negeri, ekspor Bangka Belitung di Oktober 2025 mencatat nilai 113,78 juta dolar AS. Angka ini turun drastis sebesar 43,47 persen dibandingkan Oktober tahun sebelumnya. Ekspor timah yang selama ini menjadi penopang utama, juga anjlok hingga 54,17 persen dibandingkan posisi Oktober 2024. Meski begitu, secara kumulatif Januari–Oktober 2025, ekspor Babel masih tumbuh 16,41 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi impor, tidak ada aktivitas impor pada Oktober 2025, sementara nilai impor kumulatif mencapai 5,30 juta dolar AS, turun lebih dari separuh dibanding tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Babel tetap surplus sebesar 113,78 juta dolar AS.

Dari sektor pariwisata, pergerakan wisatawan Nusantara (Wisnus) ke Bangka Belitung pada Oktober 2025 mencapai 355,40 ribu perjalanan. Angka ini memang turun 5,53 persen dibanding September, tetapi secara tahunan menunjukkan peningkatan signifikan hingga 42,74 persen. Jumlah tamu menginap di berbagai hotel dan penginapan juga meningkat menjadi 57.574 orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang naik ke level 28,95 persen, sementara rata-rata lama menginap mencapai 1,51 malam.

Pada moda transportasi laut, jumlah penumpang berangkat tercatat 31,78 ribu orang, turun 3,17 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah penumpang yang datang juga turun 2,28 persen menjadi 31,39 ribu orang. Berbeda halnya dengan pergerakan barang melalui transportasi laut yang justru meningkat. Barang yang dimuat mencapai 343,74 ribu ton, naik 28,54 persen, dan barang yang dibongkar mencapai 167,77 ribu ton atau naik 7,32 persen.

Di sisi lain, moda transportasi udara menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang berangkat mencapai 65,91 ribu orang atau meningkat 6,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan terjadi baik di Bandara Depati Amir maupun Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Penumpang yang datang melalui jalur udara juga naik lebih tinggi, mencapai 68,80 ribu orang atau meningkat 12,69 persen.

BPS Bangka Belitung menyatakan bahwa data lengkap seluruh indikator ini dapat diakses melalui rilis resmi di laman mereka, babel.bps.go.id. Data tersebut diharapkan menjadi bahan rujukan penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam memahami kondisi ekonomi Babel menjelang akhir tahun 2025. (*/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *