Pangkalpinang

Inflasi Babel Oktober 2025 Capai 2,51 Persen, Harga Daging Ayam dan Emas Jadi Pendorong Utama

×

Inflasi Babel Oktober 2025 Capai 2,51 Persen, Harga Daging Ayam dan Emas Jadi Pendorong Utama

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN — Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BPS Babel) menerbitkan rilis resmi  dengan topik: Inflasi, Nilai Tukar Petani, Ekspor – Impor, Pariwisata, Transportasi, Luas Panen dan Produksi Padi, Senin (3/11/2025). Babel mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,51 persen pada Oktober 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,17. Sementara secara bulanan (month-to-month), inflasi tercatat 0,49 persen. Kenaikan harga daging ayam ras, emas perhiasan, dan cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, sedangkan secara bulanan dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras, emas perhiasan, serta cumi-cumi.

Secara wilayah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 3,33 persen, disusul Kabupaten Bangka Barat sebesar 2,87 persen, Tanjung Pandan sebesar 2,37 persen, dan Kota Pangkalpinang sebesar 1,96 persen. Sementara untuk inflasi bulanan, Belitung Timur juga mencatat kenaikan tertinggi yakni 1,08 persen, diikuti Tanjung Pandan 0,86 persen, Bangka Barat 0,49 persen, dan Pangkalpinang 0,08 persen.

Pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2025 turun tipis sebesar 0,06 persen menjadi 154,73. Penurunan ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga yang diterima petani (It). Indeks It naik 0,34 persen ke level 191,13, didorong oleh komoditas lada, karet, dan ayam ras pedaging. Sementara itu, indeks Ib naik 0,41 persen menjadi 123,52, dipengaruhi kenaikan harga daging ayam ras, ketimun, dan cabai merah.

Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik 0,24 persen dengan indeks sebesar 152,76. Di Pulau Sumatera, peningkatan NTP tertinggi tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,20 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi di Sumatera Barat sebesar 2,92 persen. Meski turun, NTP Bangka Belitung masih menempati posisi keempat tertinggi di Sumatera, setelah Bengkulu, Riau, dan Jambi.

Dari sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Bangka Belitung pada September 2025 mencapai US$173,95 juta, turun 3,46 persen dibandingkan September 2024. Namun secara kumulatif (Januari–September 2025), nilai ekspor mencapai US$1,43 miliar atau naik 27,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas timah masih mendominasi ekspor dengan nilai US$151,68 juta atau naik 0,76 persen dibanding September 2024.

Sementara itu, nilai impor September 2025 tercatat sebesar US$109,82 ribu, dengan total kumulatif Januari–September mencapai US$5,30 juta. Angka ini turun tajam sebesar 43,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Dengan demikian, neraca perdagangan Bangka Belitung tetap surplus besar, mencapai US$173,84 juta pada September 2025.

Sektor pariwisata juga menunjukkan kinerja positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada September 2025 mencapai 376,20 ribu perjalanan, naik 5,50 persen dibanding Agustus 2025 dan melonjak 37,02 persen dibanding September 2024. Jumlah tamu menginap di hotel mencapai 52.262 orang atau naik 1,32 persen, meskipun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang turun tipis menjadi 26,60 persen. Rata-rata lama menginap juga menurun menjadi 1,49 malam dari sebelumnya 1,55 malam.

Untuk transportasi laut, jumlah penumpang berangkat tercatat 32,82 ribu orang, turun 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya. Penumpang datang juga turun tipis 0,03 persen menjadi 32,13 ribu orang. Namun, jumlah barang yang dibongkar naik 4,74 persen menjadi 156,33 ribu ton, sedangkan barang yang dimuat turun signifikan 26,61 persen menjadi 214,41 ribu ton.

Pada moda transportasi udara, jumlah penumpang berangkat mencapai 62,10 ribu orang atau naik 0,69 persen. Bandara Depati Amir mencatat 42,21 ribu penumpang berangkat (naik 2,74 persen), sementara Bandara H.A.S. Hanandjoeddin justru turun 3,39 persen menjadi 19,88 ribu penumpang. Untuk penumpang datang, totalnya mencapai 61,05 ribu orang, naik 0,17 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sektor pertanian tanaman pangan mengalami penurunan signifikan. Luas panen padi tahun 2025 diperkirakan hanya 16.367 hektare, turun 10,09 persen dibanding 2024. Produksi gabah kering giling (GKG) turun 18,73 persen menjadi 62.978 ton, dan produksi beras untuk konsumsi pangan diperkirakan hanya 37.329 ton atau berkurang 8.602 ton dibanding tahun sebelumnya. (*)

Selengkapnya mengenai perkembangan indikator ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat diunduh melalui laman resmi BPS Babel di https://babel.bps.go.id/pressrelease.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *