ACCRA, DAN – Tim nasional Ghana menorehkan kisah kebangkitan luar biasa setelah memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026. Kemenangan tipis 1-0 atas Komoro di laga terakhir kualifikasi memastikan posisi puncak Grup I Zona Afrika, sekaligus menebus kegagalan mereka lolos ke Piala Afrika 2025.
Kisah ini menjadi pelipur lara bagi publik sepak bola Ghana yang sempat terguncang pada November 2024, ketika tim nasional mereka gagal menembus putaran final kontinental untuk pertama kalinya sejak 2004. Namun di tengah kritik keras dan desakan mundur, pelatih Otto Addo memilih bertahan dan membuktikan kapasitasnya.
“Saya bukan orang yang bisa mundur. Jika saya melakukannya, saya tidak akan pernah menjadi pemain atau bahkan pelatih,” tegas Addo. “Kalau Anda tahu perjalanan hidup saya hingga berada di posisi ini, Anda tidak akan bertanya tentang pengunduran diri.”
Keputusan itu terbukti tepat. Addo—yang sebelumnya sukses membawa Ghana tampil di Piala Dunia Qatar 2022—kembali memimpin Black Stars menuju turnamen terbesar sepak bola dunia. Di bawah arahannya, Ghana menuntaskan fase kualifikasi dengan 25 poin dari 10 laga, unggul tipis dari Madagaskar yang menjadi pesaing terdekat.
Gol tunggal Mohammed Kudus ke gawang Komoro di pertandingan pamungkas menjadi penentu kelolosan, disambut sorak gembira jutaan fans di seluruh negeri.
Selain itu, kontribusi Jordan Ayew juga tak kalah penting. Penyerang berpengalaman itu tampil tajam dengan tujuh gol selama babak kualifikasi, menjadi tumpuan utama lini depan Ghana.
Pencapaian ini menandai penampilan kelima Ghana di Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil di edisi 2006, 2010, 2014, dan 2022. Momen ini sekaligus membuka harapan baru untuk mengulang—atau bahkan melampaui—prestasi terbaik mereka di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, ketika Ghana mencapai perempat final dan hanya selangkah lagi dari semifinal setelah drama menegangkan melawan Uruguay.
Kini, dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman para senior, Otto Addo dan pasukannya bertekad membawa Black Stars kembali bersinar di panggung dunia.
“Ini bukan hanya tentang lolos ke Piala Dunia,” ujar Addo seusai laga. “Ini tentang menunjukkan kepada dunia bahwa Ghana selalu bangkit, tidak peduli seberapa keras kami jatuh.” (*/fifa.com)













