PRAIA, DAN – Sejarah baru tercipta di kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Tim nasional Tanjung Verde memastikan diri tampil di putaran final untuk pertama kalinya setelah menaklukkan Eswatini dengan skor telak 3-0, Selasa (14/10), di Estadio Nacional de Cabo Verde.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Tanjung Verde di Grup D kualifikasi zona Afrika (CAF), menyingkirkan salah satu favorit, Kamerun, yang harus puas di posisi kedua. Dengan hasil tersebut, negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu resmi meraih tiket ke turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Tanjung Verde, yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa, kini menjadi negara dengan populasi paling sedikit kedua yang berhasil lolos ke Piala Dunia, setelah Islandia yang melakukannya pada edisi 2018 di Rusia. Dari sisi geografis, dengan luas wilayah hanya sekitar 4.000 km², Tanjung Verde juga menjadi negara terkecil yang pernah mencapai putaran final, melampaui rekor Trinidad dan Tobago pada 2006.
Gol-gol kemenangan dicetak oleh Dailon Livramento, Willy Semedo, dan Stopira di babak kedua, setelah babak pertama berlangsung ketat. Tiga gol tersebut disambut ledakan euforia ribuan suporter yang memadati stadion nasional di ibu kota Praia.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi seluruh rakyat Tanjung Verde,” ujar pelatih Bubista, sosok yang juga mantan kapten tim nasional. “Kami telah bekerja keras selama bertahun-tahun, dan akhirnya sejarah berpihak pada kami.”
Sepanjang perjalanan kualifikasi, Tanjung Verde tampil solid dengan tujuh clean sheet dari sepuluh pertandingan, menjadi salah satu pertahanan terbaik di zona Afrika. Tim ini juga mencatat lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan bersejarah 1-0 atas Kamerun bulan lalu yang membuka jalan menuju kelolosan.
Meski sempat tertahan imbang oleh Libya pekan lalu setelah tertinggal 1-3, tekad tinggi mereka tidak surut. Kemenangan atas Eswatini akhirnya memastikan impian besar itu terwujud.
Tanjung Verde kini tinggal menunggu hasil undian grup Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Washington DC pada 5 Desember mendatang. Apa pun hasilnya, kiprah mereka sudah mencatatkan sejarah gemilang dalam sepak bola dunia. (*/fifa.com)













