BANGKA, DAN – Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Universitas Bangka Belitung kembali menyelenggarakan Biozone 11th International dengan tema “Rehabilitation of Post-Tin Mining Ecosystems: Integrating Botany, Microbiology, and Zoology for Sustainable Conservation.” Acara pembukaan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/9) pukul 09.00 WIB, menegaskan komitmen mahasiswa biologi UBB terhadap isu strategis lingkungan, khususnya rehabilitasi ekosistem pascatambang timah.
Pembukaan diawali dengan sambutan Wakil Rektor III UBB, Dr. Hamsani, yang mewakili Rektor UBB. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi HIMABIO dalam menggelar forum ilmiah internasional dan berharap kegiatan ini mampu memperkuat peran UBB sebagai kampus konservasi.
Ketua Pelaksana, Bintang Junior, turut menyampaikan laporan kegiatan sekaligus ucapan terima kasih kepada pihak universitas, fakultas, dosen, staf, sponsor, dan alumni yang mendukung terselenggaranya acara. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan Biozone, dan diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Biozone 11th International mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Universitas Bangka Belitung, Aminef Fulbright, Pemerintah Kota Pangkalpinang, Polda Babel, PT Asindo Agri, Belitong Resort, BKPRMI, serta alumni dan dosen Biologi UBB. Dukungan publikasi juga datang dari media partner seperti Bangka Pos, Edaran Event, Kawal Event, Event Pelajar, IKAHIMBI, Generasi Peneliti, Berita Lomba, dan Event Mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Webinar Fauna, menghadirkan pakar burung migrasi asal Singapura, Dr. Ying Chi Chan, yang membawakan materi “On the Edge: Migration of Threatened Shorebirds in the East–Australian Flyway.” Webinar ini menarik 126 peserta dari berbagai institusi, termasuk UBB, Universitas Pattimura, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Jember, Poltekkes Kemenkes, hingga awardee Aminef Fulbright dari Amerika Serikat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Sebagai bentuk apresiasi, panitia bersama Aminef Fulbright memberikan souvenir kepada 10 peserta teraktif. Antusiasme ini menegaskan peran Biozone sebagai wadah ilmiah yang relevan dan berdampak.
Tahun ini, Biozone menghadirkan empat webinar internasional dengan topik fauna, rehabilitasi lahan pascatambang, mikrobiologi, dan ekologi tumbuhan. Selain itu, terdapat enam kompetisi ilmiah dan seni, yakni lomba video dokumenter, poster, foto, bioquiz, tilawah, dan kaligrafi, dengan total hadiah mencapai USD 1.000.
Ketua HIMABIO UBB menegaskan, Biozone bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga ruang aktualisasi mahasiswa biologi dalam skala internasional. Ia berharap kegiatan ini memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap konservasi ekosistem, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung yang masih bergulat dengan dampak pertambangan timah. (*/ubb.ac.id)













