Acara kick off ini digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang, Selasa (15/7/2025). Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go hadir langsung sebagai narasumber.
Mie Go menegaskan pentingnya penyusunan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) sebagai bagian utama dalam pelaksanaan program PPSP. Menurutnya, dokumen SSK akan menjadi acuan strategis pembangunan sanitasi yang terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah dan penganggaran tahun 2026 hingga 2028.
“Kita akan mendapat pendampingan dari Balai terkait penyusunan dokumen SSK. Nantinya, dokumen ini akan memuat kegiatan strategis yang akan disinkronkan dengan program pembangunan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Selain membahas arah kebijakan sanitasi, Sekda juga menyoroti persoalan lingkungan yang mendesak, yakni maraknya penggunaan atap asbes oleh masyarakat. Ia menyebutkan, meski dianggap ekonomis dan tahan lama, material asbes memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan perlu segera ditangani.
“Masih banyak rumah masyarakat yang menggunakan atap asbes. Namun kita perlu edukasi bahwa asbes itu berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot akan mengeluarkan surat edaran serta melakukan sosialisasi masif terkait bahaya asbes kepada masyarakat. Dalam upaya pengurangan penggunaan asbes, Pemerintah Kota akan memprioritaskan penggantian material tersebut pada rumah tidak layak huni (RTLH) yang masuk dalam program perbaikan atau rehabilitasi.
Sekda juga meminta perhatian khusus dari pengembang perumahan agar tidak lagi menggunakan atap asbes dalam pembangunan hunian baru. Melalui program PPSP dan penguatan regulasi sanitasi, Pemkot Pangkalpinang menargetkan terwujudnya permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi seluruh warganya.
“Nantinya, dalam proses perizinan, jika di dalam site plan atau spesifikasi teknis masih menggunakan asbes, kami akan minta segera diganti dengan material atap yang lebih aman,” tegasnya. (tim)