BANGKA, DAN – Universitas Negeri Bangka Belitung (UBB) memperkuat kemitraannya dengan Telkomsel Pangkalpinang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Ruang Betason I, Kampus UBB, Selasa (8/7/2025). Kerja sama ini ditujukan untuk mendorong pengembangan pendidikan, inovasi, serta peningkatan layanan teknologi dan informasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, didampingi para Wakil Rektor, Ketua Tim Humas dan Kerja Sama, serta jajaran Telkomsel Pangkalpinang mulai dari Manager hingga Supervisor dan Engineer. Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari sinergi yang telah lama terjalin, namun kini diarahkan agar lebih strategis dan berdampak luas.
Dalam sambutannya, Rektor UBB menyampaikan bahwa kampus kini memiliki enam fakultas dan 31 program studi, dengan mahasiswa berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memperluas kemitraan, khususnya dengan dunia industri dan penyedia layanan digital seperti Telkomsel.
“Selama ini kerja sama kita mungkin masih pada tahap sederhana, namun besar harapan kami agar sinergi ini bisa lebih berdampak, selaras dengan tagline UBB sebagai kampus berdampak,” ujarnya.
Prof. Ibrahim juga memperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberi kesempatan bagi pekerja berpengalaman dan mahasiswa putus kuliah untuk mendapatkan gelar melalui pengakuan terhadap pengalaman kerja dan pendidikan non-formal. Dia menambahkan bahwa transformasi UBB menjadi Badan Layanan Umum (BLU) mendorong kampus untuk lebih aktif membangun kolaborasi yang konkret dengan mitra eksternal.
“UBB sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama, termasuk inovasi atau dukungan dari Telkomsel, agar kita bisa berkembang bersama,” katanya.
Sementara itu, Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Pangkalpinang, Joseph Eka Wisnu Pancawala menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, namun juga mempererat hubungan kerja sama yang telah dibangun sebelumnya. Dia juga menyampaikan harapan agar laboratorium UBB dapat menjadi pusat produksi bahan ekspor, khususnya di bidang pertanian, sebagai bentuk kontribusi riil bagi daerah.
“Telkomsel sangat concern terhadap dunia pendidikan. Kami ingin hadir bukan hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga sebagai medium pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemajuan Bangka Belitung,” ujarnya.
Joseph menegaskan bahwa kerja sama ini seharusnya tidak berhenti hanya pada penandatanganan MoU, tetapi bisa berkembang ke arah yang lebih luas, meskipun tidak selalu dalam bentuk bisnis. Melalui sinergi ini, baik UBB maupun Telkomsel berkomitmen menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan infrastruktur digital, serta pemanfaatan potensi lokal untuk pembangunan daerah.
“Kami ingin menjembatani dua entitas yang saling membutuhkan agar bisa tumbuh bersama,” tutupnya. (*/ubb.ac.id)













