JATINANGOR, DAN – Usai mengikuti Retret Kepala Daerah gelombang kedua, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menyempatkan diri bertemu puluhan praja asal Babel di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (26/6/2025). Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, Gubernur menyampaikan pesan motivasi dan peneguhan nilai-nilai integritas, kepemimpinan, serta loyalitas kepada para calon aparatur sipil negara.
Dalam sambutannya, Hidayat menekankan bahwa para praja merupakan representasi Babel di kancah pendidikan kepamongprajaan nasional. Ia mengingatkan agar mereka tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai calon birokrat yang berintegritas dan rendah hati.
“Anak-anakku, kalian belajar bukan hanya untuk masa depan kalian sendiri, tapi juga untuk daerah kita tercinta. Bangunlah jiwa kepemimpinan yang kuat, tetap rendah hati, dan jaga integritas sebagai calon birokrat andal,” ujarnya di hadapan para praja.
Gubernur juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan loyalitas sebagai modal utama bagi seorang aparatur negara. Ia berharap para praja dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah asal mereka. Dalam suasana hangat tersebut, Hidayat juga membagikan sejumlah uang saku kepada para praja sebagai bentuk kepedulian dan penyemangat.
“Jangan lihat dari nominalnya, lihat semangat yang saya bawa. Sepuluh atau dua puluh lima tahun ke depan, kita tidak tahu nasib kita. Jaga kesehatan dan terus cari ilmu,” ucapnya.
Pertemuan tersebut disambut antusias para praja. Mereka mengaku termotivasi dan merasa diperhatikan oleh pemimpin daerah mereka. Salah satunya, Anjhany Wani, praja asal Pangkalpinang, mengungkapkan rasa bangga bisa bertatap muka langsung dengan Gubernur.
“Senang sekali bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur. Beliau memberi kami semangat untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Retret Kepala Daerah merupakan forum pembinaan dan refleksi bagi kepala daerah yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi antara pimpinan daerah dengan lembaga pendidikan kader pemerintahan seperti IPDN. (*/red)













