Nasional & InternasionalPolitik, Hukum & Kriminal

Retret di IPDN, Gubernur Babel Jadikan Refleksi Kepemimpinan

×

Retret di IPDN, Gubernur Babel Jadikan Refleksi Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

JATINAGOR, DAN – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani menyebut retret kepemimpinan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, sebagai momen reflektif yang memperkuat jati dirinya sebagai pemimpin daerah. Selama lima hari mengikuti retret bersama 85 kepala daerah lainnya, Hidayat mengaku mendapat banyak pelajaran hidup yang tidak sekadar teknokratis, tapi juga menyentuh sisi spiritual dan kedisiplinan pribadi.

“Retret ini membuat saya lebih memahami apa artinya menjadi pemimpin yang melayani. Bukan hanya soal kebijakan, tapi juga tentang karakter dan keteladanan,” katanya saat ditemui jelang penutupan kegiatan, Kamis (26/6/2025).

Hidayat mengungkapkan bahwa aktivitas padat selama retret cukup melelahkan secara fisik, namun memberikan ruang untuk merenung dan menata ulang komitmen kepemimpinan. Baginya, ini adalah pengalaman yang langka dan sangat berharga di tengah kesibukan sebagai kepala daerah.

“Capek memang, tapi penuh makna. Saya belajar mengelola waktu, mendengarkan lebih banyak, dan menghargai proses. Semua ini akan saya bawa pulang untuk memperbaiki cara saya memimpin,” ujarnya.

Retret kepemimpinan yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membentuk pemimpin daerah yang visioner, berintegritas, dan selaras dengan arah pembangunan nasional. Selain membahas peran dan tanggung jawab kepala daerah, para peserta juga mendalami nilai-nilai dalam Asta Cita—sebuah visi pembangunan yang mencakup demokrasi, HAM, teknologi, hingga pemberantasan korupsi.

Bagi Hidayat, materi tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal program, tetapi juga tentang nilai yang ditanamkan dan diteladankan kepada masyarakat. Ia berkomitmen membawa semangat perubahan ini ke Babel, terutama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih disiplin, humanis, dan responsif terhadap rakyat.

“Saya ingin Babel tak hanya maju secara pembangunan, tapi juga menjadi provinsi yang punya roh kepemimpinan yang kuat dan bersih,” tutupnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *