BANGKA, DAN – Universitas Negeri Bangka Belitung (UBB) melanjutkan pelaksanaan Pendidikan Karakter (Pendikar) 2025 ke hari kedua dengan melibatkan 2.010 mahasiswa dari angkatan 2024 dan sebelumnya. Kegiatan ini menitikberatkan pada pemantapan dan penginternalisasian nilai-nilai Mental, Moral, dan Intelektual (MMI) sebagai fondasi pembentukan karakter mahasiswa UBB.
Mahasiswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif dalam diskusi, ice breaking, simulasi, hingga outbound karakter yang dirancang edukatif dan menyenangkan. Semua aktivitas bertujuan mendorong pengalaman langsung nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban LPMPP UBB, Dr. Fitri Ramdhani menegaskan bahwa Pendikar bukan program sesaat, melainkan berkelanjutan.
“Institusi dalam hal ini UBB memberikan dukungan sarana dan prasarana, SDM, dan sistem, sehingga Pendikar tidak hanya dilakukan pada tahun 2025, tetapi berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Dr. Fitri Ramdhani mengakui, besarnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tahun ini.
“Kami melibatkan 2.010 mahasiswa dari berbagai angkatan. Tantangan muncul dalam hal pembagian waktu, metode, dan fasilitas, maka kami susun strategi pelaksanaan dua tahap, agar seluruh peserta bisa mendapatkan materi dan pengalaman implementasi nilai MMI secara maksimal,” ujarnya.
Kegiatan akan berlanjut ke tahap aktualisasi daring mulai 1 hingga 25 Juli 2025. Melalui platform Edlink, mahasiswa akan mengikuti kelas yang difasilitasi satu fasilitator, dua co-fasilitator, dan satu tenaga kependidikan.
“Kelas daring ini bukan hanya tempat mengerjakan tugas, tapi ruang untuk berdiskusi, merefleksi, dan menyampaikan praktik nilai-nilai karakter secara nyata,” tambah Dr. Fitri.
Koordinator Acara Pendikar UBB 2025, Tsulis Amirudin menjelaskan bahwa perencanaan kegiatan telah dimulai jauh hari, dimulai dari penyusunan pedoman MMI hingga teknis pelaksanaan dua gelombang.
“Proses perencanaan dimulai dengan diskusi mendalam tentang MMI, lalu kami menyusun pedoman dan akhirnya melaksanakan pembekalan. Kami bagi kegiatan menjadi dua batch, gelombang pertama sebanyak 1.006 dan gelombang kedua 1.004 orang,” terangnya.
Tsulis juga menyoroti antusiasme mahasiswa yang menunjukkan respons positif sepanjang kegiatan.
“Peserta ternyata cukup atraktif dan responsif saat menjawab pertanyaan. Mereka juga percaya diri ketika menyampaikan pendapat. Itu menunjukkan bahwa semangat karakter sudah mulai tumbuh,” ungkapnya.
Setelah dua hari pembekalan intensif, Pendikar UBB kini memasuki fase penilaian aktualisasi. Evaluasi akhir akan menentukan sejauh mana mahasiswa mampu menyerap dan menerapkan nilai MMI sebagai bagian dari karakter pribadi dan kepemimpinan masa depan. (*/ubb.ac.id)













