PANGKALPINANG, DAN – Kota Pangkalpinang mencatat lonjakan investasi signifikan sepanjang periode 2018–2023 di bawah kepemimpinan Maulan Aklil (Bang Molen). Puncaknya terjadi pada 2021 dengan capaian Rp3,3 triliun, jauh melampaui target awal sebesar Rp550 miliar dan menandai keberhasilan strategi pembangunan yang dijalankan Molen selama menjabat Wali Kota.
Realisasi investasi yang dimulai dari angka Rp2 triliun pada tahun 2020 ini tak hanya menembus target RPJMD yang dipatok Rp500 miliar, tetapi juga berdampak langsung terhadap geliat ekonomi kota. Sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, dan komunikasi menjadi pilar utama yang menyedot minat investor.
Pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang mencapai 9,27 persen pada 2021, menjadikannya salah satu yang tertinggi di tengah masa pemulihan pasca-pandemi. Tak hanya itu, angka pengangguran terbuka menurun dari 6,93 persen pada 2020 menjadi 6,81 persen di tahun berikutnya. Sebanyak 5.904 penduduk berhasil terserap ke dunia kerja, disertai peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 65,16 persen.
Masyarakat luas merasakan langsung dampak perubahan tersebut. Nurdin (41), pelaku usaha kecil di Kecamatan Gerunggang, mengaku usaha dagangnya berkembang seiring ramainya kota.
“Saya nggak tahu siapa yang bikin, tapi kota ini makin hidup. Peluang usaha juga lebih banyak,” ujarnya.
Senada, Dina (32), ibu rumah tangga dari Kecamatan Gabek merasakan hal serupa. Dia memuji perbaikan akses transportasi.
“Suami saya kerja di logistik, katanya sekarang lebih lancar. Investor juga banyak masuk. Mungkin itu yang bikin kota ini terasa berubah,” katanya.
Arman (28), karyawan swasta yang baru pindah dari luar daerah, menyebutkan bahwa Pangkalpinang kini menjadi kota yang menarik untuk menetap dan bekerja.
“Saya lihat datanya, ekonomi tumbuh pesat. Suasananya stabil dan nyaman,” ucapnya.
Keberhasilan Molen tidak hanya terlihat dari angka statistik, tapi juga dari persepsi publik terhadap arah pembangunan kota. Program infrastruktur, kemudahan perizinan, dan pemberdayaan UMKM jadi faktor pendorong pertumbuhan.
Dengan sumbangan 24,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor perdagangan menjadi tulang punggung ekonomi kota. Pemerintahan Molen dinilai mampu menghadirkan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan inklusif.
Menjelang Pilkada Ulang 2025, rekam jejak kepemimpinan Molen kembali menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak pihak menilai capaian ini bukan sekadar pencitraan politik, melainkan hasil kerja nyata yang membentuk fondasi kuat bagi masa depan Pangkalpinang. (*/red)













