BelitungDaerahPendidikan & Budaya

Edi Nasapta: Maras Taun Harus Terus Dilestarikan, Warisan Budaya Belitung yang Penuh Makna

×

Edi Nasapta: Maras Taun Harus Terus Dilestarikan, Warisan Budaya Belitung yang Penuh Makna

Sebarkan artikel ini

BELITUNG, DAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta menegaskan pentingnya pelestarian tradisi Maras Taun sebagai warisan budaya masyarakat Belitung. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Maras Taun di Dusun Air Kundur, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu (8/6/2025).

“Maras Taun ini harus terus kita lestarikan sebagai keanekaragaman serta warisan budaya dan tradisi yang diturunkan secara turun-temurun sejak dulu,” ujarnya.

Maras Taun berasal dari kata “maras” yang berarti memendekkan atau memotong dan “taun” yang berarti tahun. Tradisi ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas panen raya padi ladang dan telah menjadi agenda tahunan masyarakat Belitung.

“Selain hikmah yang kita ambil dalam ritual Maras Taun ini, tentunya ada silaturahmi, ada doa, ada harapan, kekompakan, dan sinergi antara seluruh masyarakat. Ini harus terus kita perjuangkan agar tradisi ini tetap berlanjut sampai ke anak cucu kita,” ungkapnya.

Politisi Nasdem ini juga menekankan bahwa tradisi ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga.

“Saya berharap agar tradisi Maras Taun ini tetap berlanjut. Selama masih ada Belitung, selama itu pula Maras Taun harus tetap ada setiap tahunnya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Maras Taun diisi berbagai kegiatan mulai dari doa bersama, pembagian “pekesalan” sebagai bentuk penolak bala, hingga hiburan rakyat sebagai bagian dari pesta panen. Masyarakat juga memberikan penghormatan kepada tokoh adat seperti Dukun Mukti yang masih aktif memimpin ritual.

“Budaya kita orang Belitung ini punya nilai luhur. Kita berharap ke depan, baik di masa sekarang maupun yang akan datang, tradisi ini tetap lestari,” tambahnya.

Di sela acara, Edi Nasapta juga menyampaikan pesan khusus kepada perwakilan PT Foresta Lestari Dwikarya yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia meminta perusahaan lebih memperhatikan masyarakat sekitar, khususnya Dusun Air Kundur.

“Saya titipkan pesan kepada PT Foresta Lestari Dwikarya, agar lebih memperhatikan masyarakat dalam setiap kegiatan. Karena di tempat inilah kalian mendapatkan hasil. Jika ada plasma yang belum terurus, segera diselesaikan,” tegasnya.

Legislator Dapil Belitung ini menutup pesannya dengan imbauan kepada perusahaan untuk bekerja dengan baik dan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.

“Agar nyaman bekerja di sini, maka bekerjalah dengan bagus dan segera urus plasma yang belum selesai,” pungkasnya. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *