BANGKA TENGAH, DAN – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Buya Syafi’i Ma’arif Kota Pangkalpinang menyelenggarakan acara “Ngopi Jus” (Ngobrol Penuh Inspirasi Jum’at Sore) pada Jumat, 11 April 2025, di Gazebo Unmuh Babel. Acara ini mengusung tema “Mengenal Diri dan Kehidupan” dan menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., sebagai narasumber, seperti dilansir https://unmuhbabel.ac.id.
Ketua Umum PC IMM Buya Syafi’i Ma’arif Kota Pangkalpinang, Ali Akbar menyatakan bahwa tema kali ini sangat relevan dengan kondisi pemuda yang sedang dalam pencarian jati diri.
“Dengan tema kali ini, ‘Mengenal Diri dan Kehidupan’, ini sangat sesuai dengan kehidupan para pemuda yang sedang mencari jati diri. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak muda dapat mengenal dirinya sendiri dan ke depannya tidak salah arah dalam melangkah,” ungkap Ali Akbar.
Dalam kesempatan ini, Rektor UNMUH Babel, Fadillah Sabri menjelaskan pentingnya mengenal diri sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang lebih baik. Menurutnya, kegiatan ini diadakan sebagai forum untuk mahasiswa agar mampu berfikir kritis dalam menganalisis masalah yang dihadapi.
“Kegiatan ini memang dibuat sebagai forum bagi para pemuda, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam IMM, untuk menjadi tempat diskusi agar mampu berpikir kritis dalam menganalisis,” ujarnya.
Fadillah juga menekankan pentingnya mencari jati diri menurut perspektif agama. Mengutip Alqur’an Surat Al-Hasyr Ayat 19, ia menegaskan bahwa lupa pada diri sendiri berawal dari melupakan Allah.
“Kenapa kita harus mencari jati diri? Dalam Alqur’an Surat Al-Hasyr Ayat 19, dikatakan: ‘Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik,” ujar Fadillah.
Lebih lanjut, Fadillah menyampaikan bahwa untuk mengenal diri, seseorang harus memahami tiga hal penting: Tau Diri, Tau Posisi, dan Tau Waktu.
“Maka, jangan jauh-jauh, dekati Allah. Bagaimana caranya kita mengenal Allah? Nah, agar kita tidak lupa diri, ini kata Ali bin Abi Thalib: ‘Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya,” jelasnya.
Rektor UNMUH Babel ini pun mengajak para peserta untuk lebih introspektif dalam mengenal diri mereka, menggali potensi, dan memperbaiki kekurangan.
“Maka kenalilah Allah dengan cara introspeksi diri, jadi tahu siapa diri kita, gali potensi diri, sehingga mampu mengeksplorasi diri kita, dan menutupi kekurangan kita. Jangan menutupi diri jika punya potensi, agar potensi dan nama kita tidak tenggelam. Ingat, semakin banyak potensi kita semakin banyak peluang untuk memperbesar kapasitas diri,” tambah Fadillah Sabri.
Acara yang penuh inspirasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, yang memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya mengenal diri dalam kehidupan sehari-hari. (ril/unmuh babel)













