AdvertorialBangka TengahDaerahPendidikan & Budaya

PAF 2025; Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Melalui Seni Pertunjukan Berbasis Kearifan Lokal

×

PAF 2025; Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Melalui Seni Pertunjukan Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH, DAN – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) menyelenggarakan acara Pegusda Arter Fest (PAF) yang ke-5 di Auditorium Sofyan Tsauri, Senin (6/1/2025), seperti dilansir unmuhbabel.ac.id . PAF tahun ini mengusung tema “Entrepreneurship Creative Performance; Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa melalui Seni Pertunjukan Berbasis Kearifan Lokal”.

Selain dihadiri oleh civitas academica Unmuh Babel, acara ini juga turut disaksikan oleh sejumlah undangan kehormatan. Para Ketua Sanggar Seni se-Kota Pangkalpinang, Kepala Bidang Kebudayaan Kota Pangkalpinang, dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga atau perwakilan dari instansi terkait.

Sebagai puncak dari acara ini, pementasan seni yang diselenggarakan mencakup berbagai penampilan menarik, seperti Seni Dambus, Fashion Show, Senam Kreasi, serta pertunjukan Dongeng dan Puisi. Tidak hanya itu, terdapat juga pameran hasil luaran mata kuliah dari bidang Kewirausahaan, Seni Rupa, Membaca dan Menulis, serta Seni Kriya. Pameran ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya mereka yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia PAF, Muhammad Zikri menyampaikan bahwa kegiatan kali ini berbeda dari PAF sebelumnya. Penampilan Dambus menjadi salah satu highlight dari acara, memberikan warna baru yang semakin memperkaya suasana festival.

Ssementara, Ketua Program Studi PGSD, Romadon, S.T., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap hasil kerja keras dosen dan mahasiswa selama satu semester.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melihat hasil-hasil yang ditampilkan oleh para dosen dan mahasiswa. Ini juga merupakan bagian dari proses pengambilan nilai, mari kita lihat hingga selesai,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dekan FKIP, Dr. Risnina Wafiqoh, M.Pd., dalam kesempatan ini menyoroti pentingnya acara PAF sebagai implementasi dari berbagai mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa.

“Kegiatan ini adalah implementasi dari beberapa mata kuliah yang sangat berpotensi menghasilkan proyek-proyek kreatif. Kita saksikan ada lukisan, bazar, dan fashion show dari beberapa siswa, di antaranya ada dari siswa SD di Belinyu,” ungkapnya.

Ia juga berharap hasil karya yang ditampilkan bisa didaftarkan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, guna menambah daftar karya yang dimiliki Prodi PGSD FKIP Unmuh Babel.

Tak hanya itu, Lala dan Via, dua mahasiswa Prodi PGSD semester 5 juga turut mengungkapkan kebahagiaan mereka bisa berpartisipasi dalam kegiatan Pegusda semester ganjil 2024/2025 ini.

“Kami senang dan bangga bisa turut serta dalam penampilan Dambus bersama teman-teman lainnya. Beberapa hari yang lalu kami telah melakukan latihan intensif, agar acara ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Alhamdulillah, acara ini selesai dengan baik,” ujar keduanya dengan penuh rasa syukur.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unmuh Babel, Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., dan menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Program Studi PGSD dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Rektor juga memberikan apresiasi kepada keluarga Almarhum Abdul Hamid Saleh, Ibnu Hajar, dan Zaroti atas karya seni yang telah mereka hasilkan, yang turut memperkaya budaya Bangka Belitung.

“Saya merasa bersyukur kepada Prodi PGSD khususnya kegiatan ini karena mampu memberikan apresiasi ataupun penghargaan kepada maestro-maestro seni budaya dari Bangka Belitung, ini merupakan ciri khas orang Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan sebuah pantun sebagai bentuk penghargaan terhadap seni dan budaya lokal: “Daun sirih di atas kopiah, Kopiah bersulam sutra berkain, Apalah ciri orang Muhammadiyah, Orang Muhammadiyah pandai mengapresiasi karya orang lain,” pungkasnya. (ril/unmuh babel/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *