BANGKA, DAN – Kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali ke Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (15/2/2026) menegaskan komitmen negara menjaga keamanan wilayah kepulauan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir. Agenda ini menjadi sorotan karena tidak hanya menampilkan latihan militer, tetapi juga aksi sosial serta penegasan perlindungan sumber daya laut dari praktik ilegal.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani menilai kehadiran pimpinan TNI AL di daerah kepulauan membawa pesan strategis bahwa wilayah maritim tetap menjadi prioritas nasional. Menurutnya, perhatian tersebut penting karena kondisi geografis Babel membuat keamanan laut berbanding lurus dengan stabilitas ekonomi masyarakat.
Rombongan tiba dan langsung menuju lokasi peninjauan latihan pertahanan pantai menggunakan helikopter. Perjalanan itu sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut yang menjadi nadi kehidupan warga setempat.
Di kawasan Pantai Matras dan Kampung Nelayan, keduanya menyaksikan simulasi kesiapsiagaan prajurit yang menampilkan berbagai skenario pengamanan, mulai dari patroli rutin hingga respons cepat terhadap potensi ancaman. Latihan tersebut menunjukkan kesiapan operasional pasukan dalam melindungi wilayah pesisir dari gangguan keamanan.
Gubernur mengaku terkesan dengan profesionalisme prajurit yang terlibat dalam latihan.
“Melihat langsung latihan ini membuat saya bangga. Prajurit kita siap menjaga laut, menjaga rakyat. Bagi masyarakat kepulauan seperti Bangka Belitung, rasa aman itu sangat penting karena laut adalah ruang hidup kami,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan ke Kampung Nelayan di Sungailiat, tempat TNI AL memamerkan barang sitaan hasil penggagalan penyelundupan timah oleh tim gabungan sebanyak 496 ton. Barang bukti tersebut terdiri atas pasir timah, batang timah, dan koin timah, yang dinilai sebagai hasil penindakan tegas terhadap praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Gubernur menegaskan bahwa keamanan laut tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan warga pesisir.
“Kalau laut aman, ekonomi masyarakat juga ikut aman. Karena itu, kami sangat mendukung langkah tegas aparat dalam menjaga sumber daya alam sekaligus melindungi nelayan,” katanya.
Selain agenda pertahanan, kunjungan juga diisi kegiatan sosial berupa penyaluran 250 paket sembako kepada warga pesisir. Di tengah hujan, suasana tetap hangat ketika gubernur berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan serta harapan mereka terhadap perhatian pemerintah dan aparat.
Menurut Hidayat Arsani, pendekatan humanis penting agar masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata.
“Laut kita bukan hanya soal pertahanan, tapi juga kehidupan masyarakat. Kolaborasi pemerintah daerah dan TNI AL harus terus dijaga supaya keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan seiring,” ungkapnya.
Gubernur berharap sinergi tersebut berlanjut untuk menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung aktivitas nelayan, dan memastikan kekayaan laut daerah tetap terjaga bagi generasi mendatang. Kunjungan KASAL hari itu meninggalkan pesan kuat bahwa pertahanan negara tidak hanya ditunjukkan melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui kepedulian sosial terhadap masyarakat pesisir. (*/red)













