Pangkalpinang

TP-PKK Babel Implementasikan Inovasi “Gebrakan Si Emak”, Diawali Program Senam Berani

×

TP-PKK Babel Implementasikan Inovasi “Gebrakan Si Emak”, Diawali Program Senam Berani

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bersama Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai mengimplementasikan inovasi bertajuk Gerakan Pemberdayaan Perempuan, Peduli Lingkungan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Kesehatan, dan Perlindungan Terhadap Anak (Gebrakan Si Emak). Implementasi awal program tersebut ditandai dengan kegiatan senam bersama di lapangan depan Ruang Nata Praja BKPSDMD Babel, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP-PKK Babel Tahun 2026. Senam bersama tersebut juga sekaligus menandai pelaksanaan program Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni (Berani), yang merupakan salah satu turunan inovasi Gebrakan Si Emak.

Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, mengatakan program Berani dirancang sebagai langkah konkret untuk menanamkan budaya hidup sehat melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Ia menegaskan, gerakan ini menjadi pijakan awal dalam merealisasikan inovasi yang telah dicanangkan.

“Ini merupakan langkah awal implementasi Gebrakan Si Emak. Melalui program Berani, kami mendorong penerapan pola hidup sehat yang dimulai dari kader PKK dan Posyandu,” ujar Noni.

Menurutnya, kader PKK dan Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Karena itu, perubahan perilaku harus dimulai dari para kader sebelum ditularkan secara lebih luas.

“Kebiasaan positif ini harus dimulai dari para kader, agar dapat menjadi contoh dan ditularkan ke lingkungan masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Noni berharap kegiatan serupa dapat diimplementasikan secara berkelanjutan hingga ke tingkat PKK kabupaten dan kota dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia optimistis, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten akan mampu membentuk budaya hidup sehat di Bangka Belitung.

“Dari langkah sederhana seperti ini, kami optimistis budaya hidup sehat dapat tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *