Pangkalpinang

GATI Hadir di Sekolah Pangkalpinang, Bangkitkan Kesadaran Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Remaja

×

GATI Hadir di Sekolah Pangkalpinang, Bangkitkan Kesadaran Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Remaja

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Suasana penuh semangat mewarnai sejumlah sekolah di Kota Pangkalpinang, Minggu (12/10/2025) pagi. Melalui wadah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA) sebagai bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Program ini menjadi ruang pembelajaran bagi para ayah, guru pembina, dan siswa putra untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Kegiatan ini melibatkan PIK-R SMADA Sadar Kesehatan, Generasi Milenial SMPN 6 Pangkalpinang, dan PIK-R Mentari SMAN 4 Pangkalpinang.

Melalui SEBAYA, BKKBN menekankan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter remaja, memperkuat komunikasi keluarga, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan keteladanan sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata menanggapi fenomena fatherless society, di mana banyak anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah dalam keseharian mereka.

Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, sekitar 20,9 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah, baik karena faktor pekerjaan, perceraian, maupun kondisi sosial lainnya. Dalam konteks tersebut, GATI hadir sebagai refleksi untuk mengembalikan makna kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Menurut Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Babel, dr. Nofianti, kegiatan GATI merupakan bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang berperan aktif dalam membangun generasi emas Indonesia 2045.

“Ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga penuntun arah bagi anak-anaknya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kembali makna kehadiran ayah yang tidak sekadar ada, tetapi benar-benar hadir menemani, membimbing, dan menjadi bagian dari setiap proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Kegiatan ini membawa pesan mendalam bahwa ayah tidak hanya menjadi figur otoritas, tetapi juga sahabat bagi anak dalam perjalanan menuju kedewasaan. Melalui keteladanan dan komunikasi yang hangat, ayah menjadi jembatan nilai dan makna dalam keluarga.

Dari ruang-ruang kelas di Pangkalpinang, gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia menggema sebagai panggilan moral untuk membangun bangsa melalui keluarga tempat segala nilai bermula. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *