PANGKALPINANG, DAN – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang driver ojek online bernama Afan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima aksi demonstrasi puluhan mahasiswa di kantor DPRD Babel, Jumat (29/8/2025).
“Tentunya kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Afan, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” ujarnya.
Didit juga mengapresiasi mahasiswa yang menurutnya telah berani menyuarakan keresahan masyarakat melalui aksi unjuk rasa. Menurutnya, demonstrasi tersebut adalah pengingat bagi para wakil rakyat agar tidak lalai terhadap amanah yang diemban.
“Aksi mereka ini adalah bentuk aspirasi masyarakat, untuk menggugah para wakil rakyat yang tidur siang. Kita ini wakil rakyat yang akan diminta pertanggungjawaban kepada Allah SWT,” tegasnya.
Terkait 16 tuntutan yang disampaikan mahasiswa, Didit memastikan pihaknya akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
“Tugas kami adalah meneruskan, karena ini merupakan kebijakan-kebijakan pusat. Insyaallah kita akan teruskan ke adik-adik kita,” katanya.
Koordinator Wilayah Sumbagsel, Ikbal menjelaskan bahwa 16 tuntutan itu merupakan hasil konsolidasi aspirasi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang kemudian digaungkan sebagai isu nasional.
“Memang tuntutan ini kami kumpulkan per wilayah, dari Aceh sampai Papua. Kalau banyak, memang karena itu kumpulan tuntutan yang ada di wilayah BEM SI,” ujarnya.
Ikbal juga menegaskan bahwa ada isu khusus dari Bangka Belitung yang dibawa ke tingkat nasional, yakni terkait tambang batu Beriga. Menurutnya, aspirasi tersebut perlu diperjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Kami ingin menggaungkan isu daerah ke nasional seperti Beriga. Hanya Bangka Belitung yang membawa isu ini, dan akan kita bawa ke nasional,” tegasnya.
Ikbal menambahkan, bila tuntutan tersebut tidak diindahkan, aksi serupa akan kembali digelar dengan jumlah massa lebih banyak.
“Jika tidak diindahkan, akan ada lebih banyak lagi yang datang,” ujarnya. (*/tim)
16 tuntutan yang juga telah ditandatangani oleh Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung:
- Tolak RUU KUHAP yang bermasalah.
- Tolak pasal bermasalah di RUU penyiaran.
- Menolak militerisasi ranah sipil.
- Hentikan intimidasi, kriminalisasi, dan teror terhadap gerakan rakvat.
- Tolak perpanjangan pertambangan Batu Beriga dan merubah status Batu Beriga dari sektor pertambangan ke sektor wilayah tangkap di perda.
- Tolak penulisan ulang sejarah.
- Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto.
- Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.
- Tolak fleksibilitas tenaga kerja dan politik upah murah.
- Tolak tarif resiprokal AS-Indonesia.
- Tolak Proyek Strategis Nasional Perampas Ruang Hidup.
- Tolak Revisi UU Pokok Agraria & Wujudkan Reformasi Agraria Sejati.
- Mengevaluasi Program MBG.
- Usut Tuntas dan Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku dugaan korupsi PMT.
- Perbaikan sistem dan reformasi tata kelola aset kesehatan dan distribusi PMT dengan sistem Digital dan standar mutu gizi ketat.
- Transparansi dan publikasikan hasil audit, penyidikan, dan langkah perbaikan secara terbuka kepada masyarakat.













