PANGKALPINANG, DAN – Debat Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025 yang digelar pada Selasa (19/8/2025) juga mengangkat isu terkait pariwisata. Seluruh kandidat memaparkan program untuk memastikan sektor pariwisata memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Debat kali ini memperlihatkan beragam strategi kandidat dalam mengoptimalkan pariwisata, dari pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan event, hingga menjadikan Pangkalpinang sebagai pusat kegiatan ekonomi dan wisata.
Calon Wali Kota Nomor Urut 4, Basit Sucipto menegaskan bahwa Pangkalpinang harus menjadi “city half tourism” sekaligus pintu gerbang menuju kabupaten sekitar.
“Kita harus menjadi information center, menyediakan penginapan yang layak, transportasi, hingga pemandu wisata. Dengan begitu, pariwisata akan memberi dampak ekonomi nyata bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Nomor Urut 1, Eka Mulya Putra menekankan perlunya kemasan pariwisata yang lebih menarik agar Pangkalpinang tidak sekadar menjadi kota persinggahan.
“Kalau hanya information center bisa didapat di internet, tapi kalau kita jadikan Pangkalpinang sebagai pusat kegiatan, pariwisata bisa menjadi industri yang memberi multiplier effect bagi masyarakat,” jelasnya.
Nomor Urut 2, Maulan Aklil mencontohkan pengembangan Pantai Pasir Padi sebagai spot wisata andalan. Ia menekankan perbedaan antara APBD dan PAD dalam pembiayaan.
“Awal saya menjabat, PAD kita Rp86 miliar dan terakhir naik menjadi Rp212 miliar. Alhamdulillah pembangunan Pasir Padi lewat APBN, sehingga tidak membebani APBD,” katanya.
Adapun Nomor Urut 3, Safarudin menilai, pariwisata harus dilihat dalam konteks luas. Menurutnya, bukan hanya pantai atau tempat hiburan yang penting, melainkan bagaimana menarik lebih banyak wisatadan dengan event ke Pangkalpinang.
“Kita harus sering menggelar event olahraga, kesenian, maupun rapat-rapat pemerintah dan swasta di Pangkalpinang. Bayangkan ribuan orang datang ke sini dan membelanjakan uangnya,” tegasnya. (tim)













