PANGKALPINANG, DAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang kembali menggelar debat publik kedua antar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang pada Selasa (19/8/2025) di Hotel Aston Pangkalpinang. Untuk diketahui para paslon, yakni Eka Mulya-Radmida Dawam (nomor urut 01), Maulan Aklil-Zeky Yamani (nomor urut 02), pasangan Saparuddin-Dessy Ayutrisna (nomor urut 03), dan pasangan Basit Sucipto-Dede Purnama Azulami (nomor urut 04).
Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Sobarian, menyampaikan bahwa debat kali ini mengusung tema “Transformasi Kota Inovatif dan Berdampak Menuju Pangkalpinang Berkelas”. Tema tersebut, kata dia, merefleksikan cita-cita masyarakat untuk membangun Pangkalpinang yang efektif, kreatif, lincah, dan sejahtera.
“Debat publik menjadi sarana penting untuk menilai gagasan, strategi, dan integritas para pasangan calon. Dari sini masyarakat dapat melihat siapa yang paling siap memberikan dampak nyata bagi warganya,” ujarnya.
Sobarian menambahkan, Pilkada ulang di Pangkalpinang berlangsung dalam momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan para pendiri bangsa, lanjutnya, harus dilanjutkan melalui demokrasi lokal yang mendorong Pangkalpinang lebih maju, inklusif, dan bermartabat.
Perjalanan panjang Pilkada ulang Pangkalpinang kini hampir mencapai puncaknya. Mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi, penetapan nomor urut, hingga debat kandidat, kini memasuki hitung mundur delapan hari menuju pemungutan suara pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Sobarian menegaskan, Pilkada ulang di Pangkalpinang menjadi perhatian nasional karena seluruh daerah di Indonesia telah menyelesaikan Pilkada serentak, dan hanya Pangkalpinang yang kembali menggelarnya.
“Semua mata tertuju ke Pangkalpinang, bagaimana demokrasi bisa berjalan dengan damai dan bermartabat,” tegasnya.
Untuk itu, KPU Kota Pangkalpinang mengajak seluruh masyarakat agar hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas serta bertanggung jawab.
“Gunakan suara Anda dengan penuh kesadaran. Satu suara menentukan arah Pangkalpinang lima tahun ke depan. Memilih bukan sekadar hak, tapi juga tanggung jawab terhadap negara,” pungkasnya. (tim)













