PangkalpinangPolitik, Hukum & Kriminal

Debat Kedua Pilkada Ulang Pangkalpinang, Para Calon Wali Kota Menjawab Persoalan Nasib Nelayan dan Potensi Perikanan

×

Debat Kedua Pilkada Ulang Pangkalpinang, Para Calon Wali Kota Menjawab Persoalan Nasib Nelayan dan Potensi Perikanan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Isu kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam debat kedua Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, Selasa (19/8/2025). Data BPS mencatat volume tangkapan perikanan di Pangkalpinang mencapai 1.466 ton, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal sehingga membutuhkan terobosan kebijakan dari calon pemimpin kota. Para calon wali kota mencoba menjawab persoalan tersebut dalam debat.

Calon Wali Kota nomor urut 1, Eka Mulya, menekankan pentingnya dukungan nyata pemerintah bagi masyarakat nelayan.

“Alat tangkap dan perahu belum maksimal diberikan, termasuk fasilitas cool storage. Nelayan juga butuh jaminan sosial ketika tidak bisa melaut, agar pemerintah benar-benar berpihak pada mereka,” ujarnya.

Eka menambahkan, peningkatan nilai ekonomi hasil tangkapan harus menjadi prioritas.

“Bukan sekadar sejahtera nelayan, tapi juga masyarakat Pangkalpinang dengan produk olahan seperti ikan kering yang bisa menjadi identitas daerah,” katanya.

Sementara calon nomor urut 2, Maulan Aklil, menyoroti kebutuhan fasilitas pascapanen bagi nelayan.

“Air Itam, Selindung Lama, dan Pangkalarang adalah daerah nelayan, mereka butuh cool storage dan pengolahan hasil laut. Alhamdulillah, kami sudah membangun satu kawasan khusus untuk pengolahan itu,” tegasnya.

Calon nomor urut 3, Safarudin menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung ke beberapa daerah nelayan.

“Kami sudah mendata wilayah, yakni Temberan, Air Itam, Pangkalbalam, Ketapang, Pangkalarang, dan Sinar Bulan. Masalah utama mereka adalah tiga bulan tanpa penghasilan ketika tak bisa melaut,” jelasnya.

Ia berjanji akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp3 juta, yang dinilai cukup untuk menghidupi keluarga mereka.

“Selain itu, kami akan meningkatkan pembelian alat tangkap dan kapal lebih besar,” tambahnya.

Calon nomor urut 4, Basit Sucipto, menyoroti persoalan ketahanan pangan dan bahan bakar.

“Ketika nelayan tidak bisa melaut karena angin kencang, kami akan beri sembako agar keluarga mereka tetap aman. Masalah BBM juga harus diselesaikan, karena nelayan sering kesulitan. Kami siapkan kartu BBM supaya mereka dapat kepastian membeli di SPBU lain,” ungkapnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *