PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mendorong keluarga membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan protein hewani dan mencegah stunting. Langkah tersebut menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan anak balita.
Ajakan itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Babel, Noni Hidayat Arsani, saat Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pos PAUD Air Mawar, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Rabu (16/9/2026). Kegiatan bertema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak.
Noni mengatakan, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurut dia, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.
“Di ruang lingkup keluarga, tentunya kita mau memiliki keturunan yang sehat, cerdas dan hebat ya. Kalau kita memiliki anak yang sehat, otomatis anak itu akan kita arahkan menjadi anak bisa mencapai cita-citanya,” ungkapnya.
Noni menjelaskan, Kecamatan Bukit Intan dipilih sebagai salah satu lokasi fokus prioritas penanganan stunting terintegrasi pada 2026 karena masih terdapat balita yang berisiko mengalami stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang disampaikan Noni, prevalensi stunting di Bangka Belitung mencapai 20,1 persen. Angka tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima anak masih mengalami stunting.
Noni menegaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada perkembangan dan kemampuan belajar sehingga berpotensi memengaruhi kualitas kehidupan anak pada masa mendatang. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting, menurut Noni, adalah kurangnya asupan gizi, termasuk protein hewani. Sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat.
“Ikan mengandung protein yang tinggi, omega-3, omega-6, vitamin D, serta berbagai mineral penting lainnya yang berperan besar dalam perkembangan otak dan pertumbuhan tinggi badan anak,” ujarnya.
Karena itu, Noni mengajak orang tua menjadikan konsumsi ikan sebagai bagian dari kebiasaan makan keluarga. Ia meminta orang tua menyajikan ikan secara rutin, mengenalkan beragam olahan ikan kepada anak, memberikan contoh dengan makan ikan bersama, serta tetap memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.
“Mari kita ubah kebiasaan makan kita menjadi kebiasaan sehat, karena setiap suapan ikan yang kita berikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita semua,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, Noni juga menyerahkan makanan tambahan dan stimulus berupa paket olahan hasil perikanan kepada sejumlah baduta dan ibu hamil. Bantuan tersebut menjadi bagian dari intervensi pemenuhan protein bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel, Yopi Wijaya mengatakan, Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggalakkan program intervensi spesifik penanganan stunting melalui Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan,” katanya.
Menurut Yopi, intervensi dilakukan melalui penyaluran paket makanan olahan berbasis ikan oleh DKP Babel bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan protein kelompok rentan sekaligus mendorong orang tua lebih memperhatikan kebutuhan gizi seimbang anak.
Berdasarkan pemetaan wilayah, kasus stunting di Kota Pangkalpinang masih menjadi perhatian pemerintah, termasuk di Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Air Mawar. Karena itu, intervensi dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah yang ditetapkan sebagai titik prioritas.
“Melalui kegiatan ini, kita mendorong agar para ibu-ibu lebih peduli dan concern berkaitan dengan pemenuhan gizi seimbang, khususnya protein hewani dari ikan kepada anak-anaknya demi menjamin masa depan generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Dalam Kampanye Gemarikan di Air Mawar, DKP Babel menyalurkan 120 goodie bag berisi paket olahan makanan berbasis protein ikan. Paket tersebut antara lain berisi bakso ikan, nugget ikan, ikan teri, dan berbagai produk olahan ikan lainnya yang ditujukan bagi ibu hamil, anak balita, dan baduta.
Setelah intervensi di Kelurahan Air Mawar, DKP Babel dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa di Puskesmas Air Hitam dan sejumlah lokasi lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan melalui pemanfaatan sumber pangan lokal, khususnya ikan. (*/red)















