Bisnis & PariwisataPangkalpinang

Dekranasda Babel Gandeng PLN dan Pos Indonesia, Perkuat Rantai Pasok dan Akses Pasar UMKM

×

Dekranasda Babel Gandeng PLN dan Pos Indonesia, Perkuat Rantai Pasok dan Akses Pasar UMKM

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng PLN UP3 Bangka dan PT Pos Indonesia untuk memperkuat rantai pasok serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Bangka. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan HUB UMK Babel Scale Up Bersama Pos Indonesia bertajuk Pelatihan Penguatan Supply Chain dan Perluasan Akses Pasar UMKM di Pulau Bangka Tahun 2026 yang digelar di Aula PLN UP3 Bangka, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM se-Pulau Bangka dan dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Babel, Noni Hidayat Arsani. Dalam kesempatan itu, Noni mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mulai membidik peluang pasar nasional hingga internasional dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Pelaku UMKM di Bangka Belitung harus berani melihat peluang yang lebih luas. Manfaatkan kemajuan teknologi, terus berinovasi, serta bangunlah jejaring seluas mungkin, supaya produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Menurut Noni, perubahan tren dan kebutuhan konsumen harus menjadi perhatian pelaku usaha dalam mengembangkan produk. Karena itu, UMKM dinilai perlu memiliki kemampuan membaca pasar dan menyesuaikan produk agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kita tidak bisa jalan di tempat, kita harus mengikuti apa pun tren yang sedang terjadi. Kemudian, usaha kita ini jangan hanya terpaku pada produk yang dibutuhkan lokal, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya mengembangkan produk untuk tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Noni juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan UMKM. Menurutnya, kemitraan menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Sekarang sedang efisiensi anggaran, jadi solusi terbaik yang harus dilakukan, yakni menjalin kemitraan,” ujarnya.

Noni berharap kegiatan penguatan kapasitas UMKM dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga pelaku usaha di Babel mampu menghadapi perubahan pasar dan perkembangan zaman.

“Mau tidak mau kita harus terus belajar, harus terus mengikuti tren dan perkembangan yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami pentingnya membangun rantai pasok yang kuat serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Pembinaan ini tidak cukup orientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tapi juga bagaimana pelaku usaha bisa berpikir sampai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Bangka juga memberikan dukungan langsung kepada UMKM binaannya melalui penyerahan sertifikat halal kepada 10 UMKM binaan. Selain itu, bantuan alat produksi diserahkan kepada 5 UMKM binaan lainnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Bantuan alat produksi juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kapasitas, efisiensi waktu, dan kualitas produk yang dihasilkan UMKM binaan. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *