BELITUNG TIMUR, DAN – Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bersama Fakultas Hukum (FH) memberikan edukasi mengenai digital citizenship dan kesadaran hukum kepada pelajar SMP Negeri 3 Gantung, Kabupaten Belitung Timur, sebagai upaya membangun generasi muda yang cakap digital, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Kegiatan bertema “Literasi Digital Citizenship dan Kesadaran Hukum Generasi Z dalam Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity)” tersebut digelar di SMP Negeri 3 Gantung, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Selasa (14/7/2026). Program ini merupakan kolaborasi akademisi FISIP dan Fakultas Hukum UBB yang mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB.
Tim pengabdian terdiri atas Reza Adriantika Suntara, Dwi Haryadi, Rafiqa Sari, dan Aruna Asista. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas perwakilan siswa dan guru pendamping mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi interaktif.
Dalam penyampaian materi, para akademisi menekankan pentingnya menjadi warga digital (digital citizen) yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari etika bermedia sosial, penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), keamanan digital, hingga potensi pelanggaran hukum yang dapat terjadi di ruang digital.
Perwakilan tim pengabdi, Reza Adriantika Suntara, menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan pemahaman hukum agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.
“Di tengah disrupsi teknologi saat ini, pengembangan nilai-nilai positif yang berbasis pada kesadaran hukum menjadi sangat penting. Dengan begitu, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kreatif, sekaligus bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital sesuai konsep digital citizenship,” ujarnya.
Selain memperkenalkan berbagai bentuk pelanggaran hukum di internet, tim juga mengajak peserta memahami hak, kewajiban, serta etika dalam beraktivitas di dunia digital. Materi disampaikan dengan pendekatan yang ringan sehingga mudah dipahami oleh para pelajar.
Suasana kegiatan semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan media sosial, perlindungan data pribadi, keamanan digital, hingga konsekuensi hukum dari berbagai aktivitas di internet.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan internet secara bijak tanpa melanggar aturan hukum.
“Kegiatan ini menambah pengetahuan kami tentang bagaimana menggunakan internet dengan baik, bijak, dan tidak melanggar hukum,” katanya.
Kepala SMP Negeri 3 Gantung, Bagus Panca Miharja, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tim akademisi UBB. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan pelajar yang kini tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teknologi digital.
“Sosialisasi dari tim akademisi UBB ini sangat bermanfaat bagi para murid kami untuk meningkatkan kesadaran hukum dalam menggunakan teknologi internet secara bijak,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian UBB menyerahkan sebuah X-Banner berisi panduan mengenai digital citizenship dan kesadaran hukum kepada pihak sekolah. Media edukasi tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengingat bagi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bangka Belitung menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang menjawab tantangan perkembangan zaman. Edukasi mengenai literasi digital dan kesadaran hukum diharapkan mampu membekali Generasi Z menghadapi dinamika era VUCA dengan lebih bijak, kritis, dan berintegritas. (*/ubb.ac.id)














