BELITUNG TIMUR, DAN – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa memberikan pembinaan kepada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) Aparatur Sipil Negara di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, Senin (13/7/2026). Pembinaan ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pencapaian target Program Bangga Kencana dan upaya penurunan stunting pada semester II Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana hingga Juni 2026. Selain meninjau capaian berbagai indikator, pembinaan dimanfaatkan untuk menyusun strategi percepatan terhadap target yang masih memerlukan penguatan pada paruh kedua tahun ini.
Dalam arahannya, Fazar menegaskan, PKB/PLKB merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di lapangan. Karena itu, peningkatan kompetensi, integritas, disiplin, dan inovasi dalam memberikan pelayanan menjadi kunci agar program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hingga Juni 2026, pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Belitung Timur menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada sejumlah indikator. Namun, masih terdapat beberapa target yang perlu terus dipercepat melalui penguatan kerja lapangan, peningkatan kualitas data, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh mitra kerja. Hasil evaluasi semester pertama harus menjadi bahan perbaikan agar target Program Bangga Kencana Tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Fazar juga menekankan pentingnya penguatan pendampingan keluarga, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta pemanfaatan data keluarga sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, optimalisasi kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Dalam pembinaan tersebut, BKKBN Babel memaparkan hasil evaluasi capaian Program Bangga Kencana Kabupaten Belitung Timur hingga Juni 2026. Evaluasi meliputi pelayanan keluarga berencana, pembinaan ketahanan keluarga, pendampingan keluarga berisiko stunting, penguatan Kampung KB, hingga implementasi berbagai program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Selain mengulas indikator yang telah memenuhi target, pembinaan juga membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat pencapaian indikator yang masih memerlukan perhatian. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pendataan, penguatan pendampingan keluarga, serta optimalisasi kinerja petugas di lapangan.
Fazar turut mendorong seluruh PKB/PLKB agar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, dan berbagai mitra kerja lainnya. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga di Belitung Timur.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, BKKBN Babel berharap seluruh PKB/PLKB mampu menghadirkan inovasi pelayanan, meningkatkan kualitas pendampingan keluarga, serta memperkuat implementasi program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga berkualitas sekaligus mempercepat pencapaian visi Generasi Emas Indonesia 2045. (*/red)














