BANGKA, DAN – PT TIMAH Tbk terus memperkuat edukasi lingkungan bagi generasi muda melalui kegiatan pembelajaran reklamasi dan pengelolaan lingkungan yang melibatkan pelajar. Dalam kegiatan yang digelar di Kebun Agro Area Bangka Utara, Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (17/6/2026), perusahaan juga meluncurkan buku Selaras Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka.
Kegiatan yang diikuti pelajar SMAN 1 Pemali dan SMAN 1 Merawang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui kegiatan ini, PT TIMAH memperkenalkan berbagai program reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah dilakukan perusahaan di wilayah operasionalnya.
Buku Selaras Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka ditulis oleh 17 karyawan PT TIMAH. Buku ini mengisahkan perjalanan serta berbagai program reklamasi yang dilakukan perusahaan, baik di darat maupun di laut, sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Sebelumnya, PT TIMAH juga telah melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, seperti penanaman pohon, gotong royong bersih pantai di Kundur, hingga kegiatan restocking cumi.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, edukasi lingkungan dikemas dalam konsep permainan treasure hunt. Para pelajar ditantang menyelesaikan berbagai misi di sejumlah pos edukasi guna menemukan Buku Selaras sebagai tujuan akhir permainan.
Setiap pos menghadirkan materi yang berbeda, mulai dari mengenal tahapan reklamasi darat, tebak bibit tanaman, panen sayuran, memilah sampah, menanam sayuran, kuis lingkungan, hingga mengenal program reklamasi laut yang dijalankan PT TIMAH.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain mengikuti berbagai tantangan, para pelajar juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana lahan bekas tambang dapat dipulihkan dan dimanfaatkan kembali melalui program reklamasi.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan program pengelolaan lingkungan kepada generasi muda secara lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.
Menurut Anggi, edukasi lingkungan penting dilakukan agar pelajar memahami bahwa aktivitas pertambangan berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk memulihkan lingkungan melalui program reklamasi dan rehabilitasi.
“Perusahaan sangat berkomitmen dalam melakukan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan ingin generasi muda mengetahui bagaimana proses reklamasi dilakukan serta manfaat yang dihasilkan. Melalui kegiatan yang interaktif seperti ini, diharapkan para pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tumbuh kepeduliannya terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PT TIMAH secara konsisten menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan, mulai dari reklamasi darat dan laut, revegetasi, pengembangan kawasan agro, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan pascatambang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar bagi para pelajar sekaligus menginspirasi mereka untuk turut menjaga lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.
Salah satu peserta, Rendra Rasendria, siswa kelas XI SMAN 1 Pemali, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai reklamasi. Menurutnya, penyampaian materi melalui permainan membuat proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan. Saya jadi belajar banyak tentang reklamasi, mulai dari pengertiannya, bagaimana prosesnya, hingga manfaat yang dihasilkan dari program reklamasi yang dilakukan PT TIMAH,” katanya.
Rendra menjelaskan bahwa reklamasi merupakan upaya mengembalikan fungsi lahan yang sebelumnya rusak agar dapat dimanfaatkan kembali. Ia juga mengetahui bahwa reklamasi dapat dilakukan melalui penanaman vegetasi, pemanfaatan kolong bekas tambang untuk budidaya perikanan, hingga pengembangan kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pesan saya untuk PT TIMAH, tetap semangat melaksanakan reklamasi. Dengan begitu, lahan bekas tambang tidak hanya meninggalkan dampak negatif, tetapi bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Laili Agustina Ahmad, siswi kelas XI SMAN 1 Merawang. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pelestarian lingkungan dan rehabilitasi lahan.
“Dari kegiatan ini saya jadi mengetahui cara menanam, memanen, dan bagaimana upaya merehabilitasi lahan yang sebelumnya rusak. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.
Laili berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak sekolah agar semakin banyak pelajar mendapatkan edukasi mengenai lingkungan dan reklamasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH yang sudah mengundang kami. Kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan kami tentang lingkungan. Semoga ke depan lebih banyak sekolah yang bisa ikut merasakan manfaat dari kegiatan seperti ini,” tuturnya. (*/timah.com)














