PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinnag, Prof. Saparudin resmi membuka turnamen sepak bola PKP Cup 2026 Piala Wali Kota Pangkalpinang di Stadion Depati Amir, Minggu (10/5/2026). Turnamen yang diikuti 44 tim dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) itu digelar tanpa menggunakan dana APBD dan sepenuhnya mengandalkan dukungan gotong royong panitia serta sponsor.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi kerja keras panitia PKP Cup 2026 yang telah mempersiapkan turnamen selama kurang lebih empat bulan. Ia menegaskan PKP Cup 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak demi mendukung perkembangan sepak bola daerah.
“Sepenuhnya merupakan prakarsa dari teman-teman panitia yang telah berupaya sekitar empat bulan menyiapkan acara sepak bola PKP Cup ini. Dan acara ini tidak ada dana APBD yang digunakan. Jadi semuanya adalah gotong royong dari kita semua,” ujarnya.

Prof. Saparudin juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang turut mendukung pelaksanaan turnamen, di antaranya Bank Sumsel Babel dan PDAM Tirta Pinang, bersama sejumlah perusahaan dan lembaga lainnya di Bangka Belitung.
Menurut Wali Kota, antusiasme peserta dalam PKP Cup 2026 sangat tinggi. Selain diikuti puluhan tim lokal, turnamen tersebut juga diperkuat sejumlah pemain liga nasional hingga pemain asing yang bergabung bersama tim peserta.
“Kita merasa senang dan mengapresiasi hadirnya pemain-pemain nasional maupun pemain dari luar negeri. Ini tentu memberikan semangat bagi atlet-atlet sepak bola di daerah,” katanya.

Prof. Saparudin berharap PKP Cup 2026 dapat menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola daerah sekaligus melahirkan pemain-pemain potensial dari Babel yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
“Kami berharap kegiatan PKP Cup ini akan melahirkan pesepak bola yang handal dari Bangka Belitung dan tim-tim yang kuat untuk mengikuti liga maupun kejuaraan nasional,” ujarnya.
Turnamen PKP Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama sekitar dua bulan di Stadion Depati Amir Pangkalpinang. Selain pertandingan sepak bola, panitia juga menghadirkan bazar UMKM di area stadion untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama kompetisi berlangsung.

Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama panitia turut menyiapkan pengamanan dan layanan kesehatan selama turnamen berjalan. Fasilitas ambulans, tenaga medis, hingga pengamanan pertandingan disiagakan guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Saparudin berharap PKP Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kota Pangkalpinang sebagai bagian dari pembinaan olahraga daerah.
“Insyaallah kita akan laksanakan setiap tahun acara ini agar terus lahir atlet-atlet sepak bola dari Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang,” tutupnya. (*/tim)














