PANGKALPINANG, DAN – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai dan tim kerja berprestasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen BKKBN dalam memperkuat budaya kerja berorientasi hasil, khususnya dalam mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Tiga pegawai yang menerima penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya adalah Libea Aramti, A.Md.Keb, Fery Fauzi Arif, S.Psi, dan Monika Pratiwi Suprianto, S.Stat. Ketiganya dinilai berhasil menunjukkan kinerja optimal melalui layanan Satya Gatra Mobile dan Sipelikes, serta berperan aktif dalam mendukung implementasi program strategis BKKBN di daerah.
Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, SH, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pegawai.
“Penghargaan ini bukan hanya sekadar pengakuan atas prestasi individu, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa kerja keras dan pengabdian pegawai di lapangan memberikan dampak besar dalam pencapaian tujuan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Selain penghargaan individu, sejumlah tim kerja juga mencatatkan prestasi di tingkat regional. Tim Kerja 2 meraih Terbaik II Regional 3 dalam Penyusunan Policy Brief Kajian Pengasuhan 1000 HPK, yang menunjukkan kapasitas tim dalam menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Tim Kerja 3, yang berkolaborasi dengan SMA Negeri 1 Manggar, berhasil meraih Juara SSK Paripurna Regional 2 kategori jenjang SMA/MA/sederajat. Capaian ini mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan program BKKBN dengan pendekatan edukasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Tim Kerja 4 memperoleh penghargaan dalam Video Apresiasi ASN Keren berkat kreativitas dalam menyajikan profil aparatur sipil negara secara inovatif dan menarik. Di sektor pemutakhiran data, Tim Kerja 6 mencatatkan capaian tertinggi dalam ketepatan waktu, kualitas data terbaik, serta pelaksana terbaik dalam Pemutakhiran PK-25.
Pada kategori individu, Rika Octarina, S.Si juga meraih penghargaan atas kinerja unggulnya dalam pemutakhiran data. Prestasi ini memperkuat pentingnya akurasi dan ketepatan data dalam mendukung kebijakan program kependudukan dan keluarga berencana.
Selanjutnya, Tim Kerja 11 yang mengelola program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) meraih GENTING Award dengan perolehan 6 Gold, 3 Silver, dan 4 Bronze. Capaian ini menunjukkan kontribusi signifikan dalam upaya penurunan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Di bidang keterbukaan informasi, Tim Kerja 12 bersama Santika Sari, S.E menerima penghargaan PPID kategori Informatif. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dalam menyediakan informasi publik yang cepat, akurat, dan mudah diakses.
Fazar menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program tidak terlepas dari kolaborasi dan komitmen bersama seluruh jajaran.
“Keberhasilan dalam pelaksanaan program sangat bergantung pada dedikasi, inovasi, dan komitmen bersama. Penghargaan ini bukan hanya untuk yang menerima, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pelayanan terbaik berasal dari kerja keras dan semangat pengabdian untuk bangsa,” katanya.
Fazar menambahkan, penghargaan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam penurunan stunting, yang menjadi salah satu prioritas utama kami,” tutupnya.
Melalui pemberian penghargaan ini, BKKBN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berdampak nyata. Para penerima penghargaan diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya kerja berintegritas demi terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas. (*/red)














