BelitungDaerah

Rakorda Bangga Kencana Tegaskan Pentingnya Integrasi Program dalam Kebijakan Daerah

×

Rakorda Bangga Kencana Tegaskan Pentingnya Integrasi Program dalam Kebijakan Daerah

Sebarkan artikel ini

BELUTUNG, DAN – Dinamika Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 semakin menguat melalui sesi panel diskusi yang menyoroti percepatan penurunan stunting dan penguatan pembangunan keluarga. Forum yang digelar pada Rabu, 8 April 2026 ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan solusi konkret berbasis kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah narasumber kunci dari berbagai instansi memaparkan pandangan dan langkah taktis dalam menjawab tantangan di lapangan. Sesi diskusi menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada integrasi peran antar pemangku kepentingan.

Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Badan Gizi Nasional, Imam Bachtiar Farianto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG 3B). Program tersebut dinilai sebagai intervensi strategis berbasis keluarga yang mampu mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Oyon Rio Ricardo menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah melalui RPJMD harus selaras dengan penguatan Program Bangga Kencana. Menurutnya, fokus utama terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penanganan stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dari unsur TP PKK, Staf Ahli Bidang III TP PKK Babel, Ellyana menyoroti peran penting Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan. Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas serta kolaborasi TPK menjadi kunci agar intervensi program tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Bangga Kencana merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Ia menyatakan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berorientasi pada capaian indikator, tetapi juga harus mampu menciptakan keluarga yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing.

“Program Bangga Kencana bukan sekadar angka atau target administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Gubernur juga menambahkan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini berada pada fase bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal. Namun demikian, strategi yang tepat tetap diperlukan agar peluang tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus kesiapan menghadapi tantangan seperti peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dan percepatan penurunan stunting.

Melalui sesi panel diskusi ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta langkah strategis yang terintegrasi antar sektor. Rakorda menjadi wadah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *