PANGKALPINANG, DAN – Sebanyak 26 orang muda-mudi terjaring dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bersama TNI/Polri di sejumlah kos-kosan dan penginapan di Kota Pangkalpinang, Sabtu (23/10/2026) malam. Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa bungkusan alat kontrasepsi serta menemukan seorang anak di bawah umur di antara orang-orang yang terjaring.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang, Romi Al Fauza mengatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari penindakan rutin yang dilakukan Satpol PP bersama unsur TNI/Polri. Sasaran operasi meliputi kos-kosan dan penginapan yang diindikasikan menjadi lokasi dugaan praktik prostitusi terselubung.
“Dalam Operasi Pekat malam ini, kita menjaring sebanyak 26 orang muda-mudi. Mereka ditemukan berada di dalam kamar kos maupun kamar penginapan. Ada barang bukti lainnya yang kita amankan berupa bungkusan alat kontrasepsi,” ungkapnya.
Usai diamankan, seluruh orang yang terjaring dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Pangkalpinang untuk menjalani asesmen lebih lanjut. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Pangkalpinang turut melakukan skrining HIV terhadap mereka.
Romi menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan, seluruh peserta skrining dinyatakan negatif HIV. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai tindak lanjut hasil asesmen terhadap masing-masing orang yang diamankan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dari 26 orang yang terjaring tersebut, terdapat dua orang yang diketahui berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Petugas juga menemukan seorang anak di bawah umur setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Dinas PPA Kota Pangkalpinang yang turut terlibat dalam operasi tersebut.
Temuan tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan Operasi Pekat, khususnya terkait perlindungan anak dan penanganan kelompok rentan. Meski demikian, status serta keterlibatan masing-masing orang yang diamankan tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (*/tim)















