BangkaBangka SelatanDaerahPendidikan & Budaya

UPZ UBB Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Korban Kebakaran di Bangka Selatan, Dua Mahasiswa Turut Terdampak

×

UPZ UBB Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Korban Kebakaran di Bangka Selatan, Dua Mahasiswa Turut Terdampak

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN, DAN – Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menghimpun donasi sekitar Rp15 juta dalam tiga hari untuk membantu warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan pada Selasa (13/10/2026), sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UBB dan masyarakat terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat musibah tersebut.

Bantuan yang disalurkan mencakup beras, paket sembako, mi instan, makanan siap saji, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, kebutuhan sehari-hari, serta uang tunai. Selain membantu masyarakat secara umum, UBB juga memberikan bantuan khusus kepada dua mahasiswa yang turut terdampak kebakaran untuk mendukung kebutuhan hidup dan keberlangsungan pendidikan mereka.

Ketua UPZ UBB, Mustofa Tohari, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan, penggalangan donasi berawal dari inisiatif UPZ setelah pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran yang menimpa warga Dusun Serdang. UPZ kemudian mengajak dosen dan karyawan UBB untuk berpartisipasi membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Setelah kami mendengar ada saudara-saudara kita di Jelutung yang terkena musibah kebakaran, kami dari UPZ berinisiatif untuk mengumpulkan donasi dari para dosen dan karyawan di Universitas Bangka Belitung,” ungkapnya.

Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari sivitas akademika UBB dan masyarakat umum. Dalam waktu tiga hari, dana yang berhasil dihimpun mencapai kurang lebih Rp15 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari para dosen UBB, disusul dukungan masyarakat Balunijuk dan masyarakat lainnya yang mengetahui informasi penggalangan dana melalui publikasi dan selebaran digital.

“Alhamdulillah, responsnya luar biasa. Dalam waktu tiga hari terkumpul dana kurang lebih Rp15 juta. Mayoritas dari para dosen, kemudian dari masyarakat Balunijuk dan masyarakat luar yang mengetahui flyer yang kami bagikan,” jelasnya.

Dana dan bantuan yang terkumpul selanjutnya disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Menurut Mustofa, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral agar mereka memiliki kekuatan untuk menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

“Harapan kami, mudah-mudahan sedikit bantuan yang disalurkan melalui UPZ UBB ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita. Mudah-mudahan mereka juga diberikan kekuatan untuk ke depannya,” katanya.

Menanggapi kebutuhan warga yang masih harus dipenuhi, Mustofa mengatakan, UPZ UBB telah berkoordinasi dengan posko bantuan setempat untuk mengetahui kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak. Hasil koordinasi tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan berikutnya agar penyalurannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami sudah menanyakan ke posko bantuan kira-kira ke depan apa yang perlu dibantu. Nanti insyaallah kita akan buka bantuan jilid kedua supaya kita salurkan sesuai dengan kebutuhan saudara-saudara kita yang ada di sini,” jelasnya.

Mustofa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika UBB dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Menurutnya, kepedulian dan semangat berbagi merupakan bentuk solidaritas sosial yang perlu terus dijaga, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Meski bantuan dari berbagai pihak telah berdatangan, kebutuhan warga terdampak masih cukup besar, terutama untuk memperoleh tempat tinggal dan mengganti perlengkapan rumah tangga yang hilang akibat kebakaran. Kondisi tersebut dirasakan Mari Lalang, salah seorang warga terdampak yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis UBB.

Mari mengungkapkan, rumah menjadi kebutuhan utama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun, dalam kondisi darurat, masyarakat juga membutuhkan pakaian, makanan, minuman, perabotan, peralatan makan, dan berbagai perlengkapan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kalau dibilang kebutuhan, itu rumah. Tapi untuk sekarang itu baju, makanan, minuman, perabotan, alat-alat makan, dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Di tengah situasi tersebut, Mari menyampaikan harapannya agar warga terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan untuk bangkit serta menata kembali kehidupan mereka. Ia juga berharap musibah serupa tidak kembali terjadi di Dusun Serdang.

“Harapan ke depan, tidak ada lagi bencana seperti ini. Kalau bisa dijauhkan dari bahaya untuk warga di Dusun Serdang ini dan selalu diberikan ketabahan,” harapnya.

Mari turut menyampaikan terima kasih kepada UBB dan seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian melalui bantuan kemanusiaan. Baginya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk bantuan yang telah disalurkan. Terima kasih sudah peduli,” ujarnya.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, UBB berupaya mengambil bagian dalam membantu pemulihan warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang. Rencana penggalangan donasi tahap kedua diharapkan dapat memperluas dukungan bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan yang belum tertangani, sejalan dengan komitmen UBB untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Unggul Membangun Peradaban. (*/ubb.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *