ROMA – Giornata ketiga Serie A Enilive 2026/2027 menyajikan drama luar biasa. AS Roma dan Inter Milan sama-sama meraih kemenangan lewat comeback dramatis, sekaligus mempertahankan rekor sempurna pada awal musim.
Roma menaklukkan Atalanta 2-1 melalui dua gol pada menit-menit akhir. Sementara Inter melakukan comeback lebih ekstrem dengan membalikkan ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Napoli 3-2 di San Siro.
Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 9 poin dari tiga pertandingan. Roma untuk sementara berada di puncak klasemen, unggul selisih gol atas Inter yang menempati posisi kedua.
Roma Bangkit di Tiga Menit Terakhir
Roma sebenarnya tampil dominan sejak awal saat menjamu Atalanta. Pasukan Gian Piero Gasperini langsung mengambil kendali permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, usaha tuan rumah berkali-kali digagalkan Marco Carnesecchi.
Kiper Atalanta itu tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Gianluca Mancini, Bryan Cristante, hingga Donyell Malen. Penampilan Carnesecchi membuat Roma gagal mencetak gol meski terus menekan sepanjang babak pertama.
Atalanta sendiri lebih banyak bertahan dan hanya beberapa kali mengancam gawang Mile Svilar. Babak pertama berakhir 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah. Atalanta justru berhasil membuka keunggulan melalui Ederson, yang melepaskan tembakan keras untuk menaklukkan Svilar. Roma tertinggal 0-1.
Tuan rumah terus berusaha mencari gol penyama. Namun, Carnesecchi kembali menjadi penghalang utama. Atalanta bahkan memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan. Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut akhirnya menjadi titik balik pertandingan.
Memasuki menit ke-90, Roma akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari. Mario Hermoso mencetak gol melalui sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Belum selesai. Tiga menit kemudian, Matías Soulé melakukan aksi individu di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Carnesecchi. Roma berbalik unggul 2-1. Dua gol dalam tiga menit membuat Olimpico bergemuruh sekaligus memastikan kemenangan dramatis bagi tuan rumah.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini menilai kemenangan tersebut memiliki arti khusus karena diraih menghadapi Atalanta, tim yang menurutnya memiliki kualitas. Dia mengakui timnya sempat berada dalam situasi sulit setelah kebobolan, terutama karena sebelumnya Roma mendominasi pertandingan tetapi gagal mencetak gol.
Menurut Gasperini, pertandingan seperti itu memiliki risiko besar. Tim yang terus menyerang dapat kehilangan energi, sementara lawan yang lebih banyak bertahan masih memiliki kesempatan memanfaatkan ruang melalui serangan balik. Namun, Roma tetap mempertahankan tekanan hingga akhir.
“Kemenangan tersebut sebagai tanda positif dari perkembangan timnya. Ketika sebuah tim mampu membalikkan pertandingan pada masa injury time, hal itu menunjukkan bahwa para pemain percaya kepada tim, memiliki keyakinan terhadap kemampuan sendiri, sekaligus mempunyai kualitas untuk menentukan pertandingan,” ujarnya (dikutip dari asroma.com)
Sang Pelatih juga memuji kontribusi para pemain pengganti yang mampu memberikan energi baru. Matías Soulé dan Nahuel Molina disebut memberikan kualitas ketika masuk ke lapangan, sementara pergantian di lini belakang membantu Roma kembali mendapatkan momentum menyerang.
Gasperini juga membuka kemungkinan memainkan Santiago Castro dan Donyell Malen secara bersamaan pada masa mendatang. Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat setelah jeda internasional, ia menilai Roma membutuhkan banyak opsi dan variasi sistem permainan.
Inter Tertinggal Dua Gol, Lalu Menggila
Drama comeback berikutnya terjadi di San Siro. Inter menghadapi Napoli dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi. Tuan rumah lebih dominan dalam permainan, tetapi Napoli mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Situasi berubah drastis setelah jeda. Pada menit ke-50, Matteo Politano membawa Napoli unggul melalui serangan balik. Hanya tiga menit berselang, Rasmus Højlund menggandakan keunggulan Napoli lewat tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Inter 0-2 Napoli.
San Siro sempat terdiam. Namun, Inter langsung merespons. Menit ke-56, Lautaro Martínez memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan Federico Dimarco. Gol tersebut menghidupkan kembali permainan Inter.
Tuan rumah kemudian meningkatkan tekanan. Marcus Thuram menjadi salah satu pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Napoli. Setelah beberapa peluang gagal dikonversi, Thuram akhirnya mencetak gol penyama pada menit ke-82 melalui sundulan. 2-2.
Pertandingan semakin terbuka. Napoli masih memiliki peluang untuk kembali unggul, tetapi Inter terus mengejar gol kemenangan. Hingga akhirnya, pada masa injury time, Lautaro Martínez kembali menjadi pembeda. Sang kapten menyelesaikan kemelut di kotak penalti dan mencetak gol ketiga Inter.
Inter 3-2 Napoli. San Siro meledak. Inter melakukan comeback luar biasa dari ketertinggalan dua gol dan mengamankan tiga poin.
Pelatih Inter Cristian Chivu menyebut pertandingan melawan Napoli sebagai laga yang sangat menghibur dan menjadi tontonan menarik bagi sepak bola Italia. Dia memberikan apresiasi kepada Napoli yang dinilainya sebagai tim kuat dengan pemain-pemain berkualitas. Namun, ia paling puas dengan reaksi Inter setelah tertinggal dua gol.
Chivu mengakui Inter seharusnya bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik setelah kebobolan gol pertama. Gol kedua, menurutnya, juga terjadi karena tim masih terlalu terbawa situasi setelah gol pertama. Meski demikian, reaksi para pemain membuatnya bangga.
“Inter tetap bersatu, terus bermain, meningkatkan tempo, dan menciptakan sejumlah situasi yang membuat Napoli berada di bawah tekanan,” ujarnya (dikutip dari inter.it)
Gol yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 memberikan kepercayaan diri bagi Inter. Chivu kemudian melakukan perubahan dengan menarik seorang pemain bertahan dan memasukkan pemain menyerang.
Keputusan tersebut akhirnya terbayar. Chivu juga mengakui pertandingan pada menit-menit akhir berlangsung sangat kacau. Inter berusaha mencari keseimbangan sambil terus mengejar kemenangan.
Dalam situasi tersebut, dukungan San Siro menjadi energi tambahan bagi para pemain Inter. Suporter terus mendorong tim hingga akhirnya gol kemenangan tercipta.
Roma Puncak, Inter di Posisi Kedua
Dua kemenangan dramatis tersebut membuat papan atas Serie A semakin menarik. Roma dan Inter sama-sama mengoleksi 9 poin dari tiga pertandingan. Namun, Roma berhak menempati posisi pertama klasemen sementara karena memiliki selisih gol lebih baik.
Klasemen sementara papan atas:
- Roma — 9 poin, selisih gol +9
- Inter — 9 poin, selisih gol +5
Roma sejauh ini telah mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu gol. Sementara Inter mengoleksi 8 gol dan kebobolan tiga gol. Dengan kata lain, kedua tim sama-sama memiliki catatan sempurna: tiga pertandingan, tiga kemenangan, sembilan poin.
Yang membedakan adalah cara mereka mendapatkannya pada giornata ketiga. Roma menang setelah mencetak dua gol pada penghujung pertandingan. Inter melakukan comeback lebih spektakuler dengan membalikkan skor dari 0-2 menjadi 3-2.
Musim masih panjang, tetapi awal yang sempurna tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Roma dan Inter siap bersaing di papan atas. Roma untuk sementara berdiri di puncak. Inter membuntuti hanya dengan selisih gol. Dan setelah drama luar biasa di giornata ketiga, persaingan Serie A Enilive 2026/2027 mulai menunjukkan panasnya. (sumber: legaseriea.it/asroma.com/inter.it)















