OlahragaPangkalpinang

Pengurus IPSI Babel 2025-2029 Dikukuhkan, Wawako Pangkalpinang Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

×

Pengurus IPSI Babel 2025-2029 Dikukuhkan, Wawako Pangkalpinang Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2025-2029 resmi dikukuhkan di Bhay Park Polda Kepulauan Babel, Sabtu (22/8/2026). Pengukuhan tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna bersama sejumlah stakeholder terkait.

Achmad Dedy Karnadi dipercaya memimpin IPSI Babel sebagai Ketua Umum. Ia mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat pembinaan atlet sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Kami mengajak seluruh pengurus dan stakeholder untuk bersinergi dalam pembinaan atlet agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Achmad juga mengungkapkan, salah satu atlet Babel, Atika, akan mengikuti seleksi nasional di Jakarta dan berpeluang tampil pada kejuaraan dunia di Uzbekistan. Selain itu, IPSI Babel juga telah mendapat dukungan perusahaan sawit berupa bantuan biaya pendidikan bagi atlet berprestasi. Dia berharap dukungan serupa dapat terus bertambah dari stakeholder lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB IPSI, Vasko Ruseimy mengatakan Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet pencak silat berprestasi. Ia menegaskan PB IPSI menargetkan pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade. Karena itu, kualitas pembinaan atlet di seluruh daerah perlu terus ditingkatkan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

“Potensi atlet di Bangka Belitung besar. Yang diperlukan adalah pembinaan berkelanjutan, disiplin dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Vasko.

Senada, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna menyambut baik pengukuhan kepengurusan baru IPSI Babel. Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi wadah untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

“Menurut kami ini merupakan momentum yang sangat baik. Pencak silat bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga bagian dari budaya dan jati diri bangsa yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Dessy berharap kepengurusan IPSI Babel yang baru dapat membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan, terutama sejak usia muda, sehingga potensi pesilat di Babel dapat berkembang secara maksimal. Dia uga menilai dukungan terhadap atlet perlu diberikan secara lebih luas, tidak hanya ketika atlet akan bertanding, tetapi juga dalam proses pembinaan dan pengembangan prestasi mereka.

“Kami berharap pembinaan dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, termasuk sekolah dan keluarga, semuanya punya peran dalam mendukung atlet-atlet kita,” katanya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *