Nasional & InternasionalOlahraga

Paris Saint-Germain Pertahankan Gelar Liga Champions, Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti

×

Paris Saint-Germain Pertahankan Gelar Liga Champions, Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: uefa.com

BUDAPEST, DAN – Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions Eropa setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, usai bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada final Liga Champions UEFA 2025/2026 di Puskás Aréna, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadikan tim asuhan Luis Enrique sebagai klub pertama yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions sejak Real Madrid melakukannya pada 2018.

Arsenal sempat tampil agresif di awal pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Kai Havertz membawa The Gunners unggul. Berawal dari tekanan Leandro Trossard terhadap lini belakang PSG, Havertz berhasil lolos dan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tak mampu dihentikan kiper Matvei Safonov.

Meski tertinggal, PSG tetap tenang dan mendominasi penguasaan bola sepanjang babak pertama. Namun kokohnya pertahanan Arsenal yang dikomandoi Gabriel Magalhães dan William Saliba membuat juara bertahan kesulitan menciptakan peluang bersih.

Arsenal bahkan hampir menggandakan keunggulan sebelum turun minum, tetapi upaya Havertz berhasil digagalkan Marquinhos melalui penyelamatan krusial.

PSG akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Wasit menunjuk titik putih setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di kotak penalti. Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh David Raya dan mengubah skor menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, PSG semakin intens menekan. Kvaratskhelia nyaris membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-77, namun tendangannya yang sempat berubah arah akibat defleksi hanya membentur tiang gawang.

Hingga waktu normal dan babak tambahan 2×15 menit berakhir, kedua tim gagal mencetak gol tambahan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan tersebut, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah Eberechi Eze dan Gabriel gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara di kubu PSG, meski Nuno Mendes sempat gagal, empat penendang lainnya mampu menjalankan tugas dengan sempurna.

Tendangan Gabriel yang melambung di kesempatan terakhir memastikan PSG menang 4-3 dalam adu penalti dan kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Vitinha Jadi Pemain Terbaik

Gelandang PSG, Vitinha, dinobatkan sebagai Player of the Match oleh UEFA Technical Observer Group.

“Vitinha menjadi pemain terbaik PSG malam ini. Ia mengendalikan lini tengah, terutama pada babak kedua, mengatur tempo permainan dan mendorong timnya terus menyerang,” tulis panel pengamat teknis UEFA.

Luis Enrique: Kami Pantas Menang

Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai timnya layak keluar sebagai juara setelah perjalanan panjang sepanjang musim.

“Kami pantas meraih gelar ini. Mungkin kedua tim sama-sama layak menang malam ini, tetapi melihat bagaimana kami bermain sepanjang musim, kami memang layak menjadi juara Liga Champions,” ujar Enrique.

Sementara itu, pelatih Arsenal Mikel Arteta mengaku kecewa harus kalah melalui adu penalti, namun tetap bangga terhadap perjuangan para pemainnya.

“Sangat sulit menerima kekalahan di final setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi. Namun saya sangat bangga dengan para pemain karena mereka telah memberikan segalanya untuk klub ini,” kata Arteta.

Catatan Menarik Final Liga Champions 2026

  • Final ini menjadi final Liga Champions ke-12 yang ditentukan melalui adu penalti.
  • PSG menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid pada 2018.
  • Luis Enrique meraih gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih setelah sebelumnya juara bersama Barcelona pada 2015 dan PSG musim lalu.
  • Kai Havertz menjadi pemain ketiga era Liga Champions yang mampu mencetak gol di final bersama dua klub berbeda, setelah Cristiano Ronaldo dan Mario Mandžukić.
  • Gol Havertz pada menit keenam menjadi gol tercepat di final Liga Champions sejak Mohamed Salah mencetak gol pada menit kedua untuk Liverpool pada final 2019.

Dengan kemenangan ini, PSG semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa, sementara Arsenal harus kembali menunda ambisi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. (*/uefa.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *