PANGKALPINANG, DAN – Audiensi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan TVRI Bangka Belitung membahas rencana penyelenggaraan nonton bareng (nobar) FIFA World Cup 2026 digelar di Ruang Rapat Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon beserta rombongan disambut langsung Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin.
Dalam audiensi itu dibahas sejumlah opsi lokasi, konsep pelaksanaan, hingga teknis penyelenggaraan nobar bagi masyarakat Kota Pangkalpinang. Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menghadirkan tayangan nobar Piala Dunia 2026 yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
“Nanti akan dikoordinasikan bersama Diskominfo. Mungkin ada nobar khusus yang dikemas dengan talkshow, kemudian ada juga lokasi umum yang disiapkan masyarakat untuk menyaksikan pertandingan bersama,” ujarnya.
Menurut Emirizon, konsep nobar juga dirancang agar mampu menggerakkan sektor UMKM lokal. Kawasan yang digunakan nantinya diharapkan menyediakan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
Emirizon juga menjelaskan, pelaksanaan nobar kemungkinan akan difokuskan pada pertandingan-pertandingan besar seperti babak perempat final, semifinal hingga final.
“Kita lihat nanti momentum yang paling spesial, apakah di perempat final, semifinal, atau saat laga puncak final,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin menilai pelaksanaan nobar perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari hari pelaksanaan, keamanan, ketertiban umum hingga biaya penyediaan sarana pendukung seperti layar Led. Menurutnya, penggunaan layar besar atau LED untuk kegiatan nobar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Kalau hari kerja nanti bisa jadi sorotan juga. Takutnya malah viral karena dianggap membuat kegiatan nobar di jam kerja. Apalagi pertandingan ada yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dan harus mempertimbangkan jam malam,” ujarnya.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang tetap mendukung antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar dunia tersebut, selama kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu ketentraman umum.
“Kalau masyarakat ingin nobar silakan saja, yang penting tetap menjaga ketertiban,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, Taman Wilhelmina Pangkalpinang disebut menjadi lokasi yang lebih representatif untuk pelaksanaan nobar dibanding kawasan Alun-Alun Taman Merdeka. Lokasi tersebut dinilai lebih memungkinkan untuk pengaturan penonton, keamanan, serta penyediaan ruang bagi pelaku UMKM yang nantinya ikut meramaikan kegiatan.
“Kalau Alun-Alun Taman Merdeka, kan ramai pengunjung, mereka butuh ruang untuk liburan. Taman Wilhelmina lebih cocok sepertinya,” sarannya.
Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Turnamen edisi kali ini menjadi sejarah baru karena diikuti 48 negara peserta dan mempertandingkan total 104 laga. Babak perempat final dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juli 2026, semifinal pada 14–15 Juli 2026, sementara partai final akan digelar pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. (tim)














