Nasional & InternasionalOlahraga

Pekan Penentuan Serie A: Roma dan Como Genggam Tiket Liga Champions

×

Pekan Penentuan Serie A: Roma dan Como Genggam Tiket Liga Champions

Sebarkan artikel ini
VERONA, ITALIA – 24 Mei 2026: Pemain AS Roma, Stephan El Shaarawy merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Serie A antara Hellas Verona FC melawan AS Roma di Stadion Marcantonio Bentegodi, 24 Mei 2026 di Verona, Italia. (Foto: Alessandro Sabattini/Getty Images/legaseriea.it)

ROMA, DAN – Persaingan perebutan tiket Liga Champions Italia musim 2025/2026 akhirnya mencapai titik akhir. Bersama Inter dan Napoli, dua tim terakhir yang memastikan lolos ke kompetisi elite Eropa itu adalah AS Roma dan Como 1907. Sementara itu, dua raksasa Italia, AC Milan dan Juventus FC, harus gigit jari dan gagal finis di empat besar Serie A Enilive 2025/2026.

Namun sebelum membahas hasil di lapangan, perhatian publik Italia terlebih dahulu tertuju pada insiden kericuhan yang terjadi menjelang Derby Turin. Bentrokan tersebut membuat laga harus ditunda selama satu jam sebelum akhirnya bisa dimulai. Hingga di akhir pertandingan, kedua tim berbagi poin karena bermain imbang.

Di lapangan, Roma sukses mengamankan posisi ketiga klasemen usai menang tandang atas Verona di Stadion Bentegodi. Tim asuhan Gian Piero Gasperini sempat kesulitan sepanjang babak pertama hingga sang pelatih melakukan perubahan penting saat jeda pertandingan dengan menarik Pisilli dan Ghilardi.

Perubahan itu membuahkan hasil pada babak kedua. Malen tampil sebagai pembeda dan membawa Roma unggul pada menit ke-56 setelah memanfaatkan bola muntah usai gagal mengeksekusi penalti. Situasi semakin menguntungkan Roma setelah pemain Verona, Valentini, menerima kartu kuning kedua yang memaksa tuan rumah bermain dengan 10 orang.

Menjelang akhir laga, Stephan El Shaarawy menutup kemenangan Roma dengan gol kedua yang langsung disambut meriah para pendukung Giallorossi. Laga tersebut menjadi penampilan terakhir El Shaarawy bersama Roma setelah tujuh tahun membela klub dengan catatan 348 pertandingan dan 66 gol.

Sementara itu, Como mencetak sejarah besar dengan memastikan tiket Liga Champions hanya dua musim setelah promosi ke Serie A. Klub yang ditangani Cesc Fàbregas itu tampil luar biasa sepanjang musim dan akhirnya mengunci posisi keempat pada pekan terakhir.

Bermain di markas Cremonese, Como menang telak 4-0 lewat kontribusi sejumlah pemain kunci seperti Douvikas dan Da Cunha. Kesuksesan Como musim ini juga tidak lepas dari performa gemilang wonderkid Nico Paz, meski pemain muda tersebut absen pada laga terakhir akibat cedera.

Drama besar justru terjadi di San Siro. Milan membuka laga dengan sempurna lewat gol cepat Saelemaekers hanya beberapa detik setelah kick-off. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Borrelli menyamakan skor pada menit ke-20 memanfaatkan situasi sepak pojok.

Petaka bagi Rossoneri datang pada menit ke-57 ketika Rodriguez mencetak gol lewat sundulan kepala yang membuat pendukung Milan terdiam. Kiper Mike Maignan bahkan harus melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga peluang timnya tetap hidup.

Masuknya Christian Pulisic, Luka Modrić, dan Rafael Leão di babak kedua tidak mampu mengubah keadaan. Milan akhirnya kalah dan terlempar dari empat besar setelah menutup musim dengan catatan buruk, yakni lima kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir. Akibat hasil tersebut, Milan harus puas tampil di Liga Europa bersama Juventus musim depan. (*/legaseriea.it)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *