Bangka TengahDaerahOlahraga

Kejurprov Menembak Merah Putih Babel 2025 Dibuka: Ajang Pemanasan Menuju PraPorprov 2026

×

Kejurprov Menembak Merah Putih Babel 2025 Dibuka: Ajang Pemanasan Menuju PraPorprov 2026

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH, DAN – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Menembak Merah Putih resmi dimulai pada 6–7 Desember 2025 dan kembali menjadi barometer ketenangan, presisi, serta konsistensi para atlet menembak se-Bangka Belitung (Babel). Ajang tahunan Perbakin Babel ini juga menjadi pemanasan penting menjelang PraPorprov 2026, ketika para atlet daerah dituntut tampil lebih matang di level kompetitif berikutnya.

Pertandingan tahun ini digelar di dua venue utama, yakni GOR Sahabudin untuk kategori indoor dan Lapangan Tembak Outdoor Depati Bahrin untuk nomor luar ruang. Para atlet dari enam kabupaten/kota bersaing dalam lima nomor bergengsi: Air Rifle 10 meter, Air Pistol 10 meter, Air Rifle Hunting 10 meter, Benchrest 25 meter, dan Multirange 18–41 meter, yang menuntut kombinasi keterampilan teknis dan ketahanan fokus.

Kehadiran Kabid Olahraga Dispora Provinsi, Sekum Perbakin Provinsi, ketua-ketua Perbakin kabupaten/kota, serta para pelatih semakin mempertegas bobot kejuaraan. Namun atmosfer paling kuat justru muncul dari para atlet muda, mayoritas pelajar, yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak memasuki arena pertandingan.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Perbakin Kota Pangkalpinang, Husny mengapresiasi semangat para peserta, terutama kontingen dari Belitung dan Belitung Timur.

“Saya sangat mengapresiasi antusias para atlet, terutama dari Belitung dan Belitung Timur yang tetap datang meski sedang ujian sekolah. Mayoritas atlet kita ini masih pelajar, dan kami berharap mereka menorehkan prestasi gemilang. Kalah menang itu biasa, yang penting tetap semangat, terus belajar, terus berlatih, terus menembak sampai ‘elek’,” ujarnya.

Sekretaris Umum Perbakin Provinsi Babel, H. Suharto menegaskan bahwa Kejurprov ini menjadi ajang pemanasan menuju PraPorprov 2026.

“Atlet menembak Babel saat ini diperhitungkan nasional, bahkan mulai mencuat di Asia. Karena itu mereka harus benar-benar siap. Kami berharap KONI Provinsi Babel bisa mengalokasikan dukungan, dari fasilitas latihan hingga akomodasi saat bertanding mewakili provinsi,” tegasnya.

Tim juri memastikan integritas kompetisi berjalan profesional. Ferry, salah satu juri dan penilai pertandingan, menegaskan komitmennya menjaga objektivitas.

“Sebagai juri berpengalaman, kami siap menilai secara objektif, adil, tanpa intervensi pihak mana pun. Kita ingin melahirkan atlet-atlet menembak yang siap bertanding kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.

Dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu dan opsi daftar ulang khusus nomor outdoor, para peserta memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki skor. Para juara akan membawa pulang hadiah pembinaan berupa Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga, lengkap dengan piagam resmi.

Kejurprov Menembak Merah Putih tahun ini memperlihatkan keseriusan Babel dalam membangun fondasi atlet yang kuat secara teknik, matang secara mental, dan berkarakter. Dari GOR Sahabudin hingga Depati Bahrin, setiap tarikan napas sebelum pelatuk ditekan menjadi penanda bahwa Babel sedang menajamkan fokus menuju masa depan olahraga menembak yang lebih tinggi. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *