BANGKA, DAN – Bupati Bangka, Fery Insani menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa, guna membahas penyelarasan pelaksanaan lima program quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting serta memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Bangka.
Audiensi berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bangka, Senin (17/11/2025), dan dihadiri sejumlah pejabat perangkat daerah. Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program quick wins membutuhkan dukungan menyeluruh dari pemerintah daerah, khususnya dalam integrasi kebijakan dan penganggaran.
Dalam paparannya, Fazar menjelaskan lima program unggulan quick wins. Pertama, GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) yang menggerakkan peran keluarga, tokoh masyarakat, dan pihak swasta untuk menjadi orangtua asuh bagi anak berisiko stunting. Kedua, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang mendorong terciptanya ruang ramah anak dan pengasuhan yang aman, sehat, serta stimulatif.
Program ketiga, yakni GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang menekankan peran aktif ayah dalam pengasuhan, pendidikan karakter, dan pemenuhan gizi anak. Keempat, SIDAYA (Lansia Berdaya) yang memperkuat kontribusi lansia dalam keluarga dan komunitas agar tetap produktif. Terakhir, BKKBN memperkenalkan AI Super Apps tentang Keluarga, platform digital yang menyediakan layanan informasi, data, serta konsultasi terkait kesehatan reproduksi dan pengasuhan.
Menurut Fazar, kelima program tersebut merupakan satu paket intervensi yang saling melengkapi. Ia menegaskan bahwa quick wins hanya akan efektif apabila didukung pemerintah daerah melalui integrasi dengan program perangkat daerah dan penguatan pelaksanaan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kami datang untuk memastikan bahwa quick wins Kemendukbangga/BKKBN sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat Bangka. Kami ingin program ini konkret, terukur, dan berdampak pada penurunan stunting, penguatan keluarga, dan peningkatan akses pelayanan KB yang bermutu,” ujarnya.
Fazar menambahkan bahwa dukungan daerah sangat penting, mulai dari pemanfaatan data keluarga, pengorganisasian kader, hingga penguatan Tim Pendamping Keluarga. “GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, dan AI Super Apps hanya akan efektif jika diadopsi dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Bangka, Fery Insani menegaskan bahwa isu keluarga, kependudukan, dan stunting telah menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Bangka. Ia berkomitmen memastikan implementasi quick wins tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin program berhenti di sosialisasi. Harus ada tindak lanjut, indikator jelas, dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Fery juga menekankan pentingnya penggunaan data keluarga dari Kemendukbangga/BKKBN sebagai rujukan intervensi yang tepat sasaran, terutama untuk keluarga berisiko stunting, ibu hamil, balita, dan lansia. Koordinasi lintas OPD dan penguatan hingga tingkat desa, ditambahkannya, akan menjadi fokus pelaksanaan.
“Kami juga akan memperkuat koordinasi sampai ke desa agar pelaksanaan program quick wins benar-benar berjalan,” ujarnya.
Audiensi ditutup dengan kesepahaman awal untuk menyusun rencana kerja bersama yang lebih rinci. Rencana tersebut akan mencakup tahapan pelaksanaan, pembagian peran antara BKKBN dan OPD, serta target kinerja yang dievaluasi secara berkala. Upaya bersama ini diharapkan memperkuat intervensi keluarga dan mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bangka secara sistematis dan terukur. (*/red)














