WENZHOU, DAN – Universitas Bangka Belitung (UBB) menjajaki kolaborasi riset dan pengembangan teknologi pertanian pesisir berkelanjutan melalui kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pendidikan dan perusahaan di Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Delegasi dipimpin langsung oleh Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, M.Si bersama Ketua Asosiasi Alam Raya, Willyanto, S.E.
Dalam rombongan tersebut turut serta Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB, Riwan Kusmiadi, S.TP., M.Si, serta Prof. Dr. Eries Dyah Mustikarini, S.P., M.Si yang merupakan Kepala Pusat Penelitian LPPM dan Dosen Program Magister Pertanian. Kunjungan berlangsung sebagai upaya memperkuat kerja sama akademik, penelitian, dan pengembangan teknologi pertanian adaptif.
Salah satu agenda utama adalah peninjauan ke Zheijang Ruihai Biotechnology Co. Ltd, perusahaan yang mengembangkan teknologi budidaya padi di lahan pesisir berkadar garam tinggi. Delegasi menyaksikan penerapan model pertanian terpadu antara padi, kepiting, dan udang, yang dirancang untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan produktif.
“Teknologi ini sangat relevan dikembangkan di wilayah pesisir Indonesia terutama di Provinsi Bangka Belitung,” ujar Prof. Ibrahim, 27 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan menuntut inovasi pengelolaan lahan yang tahan salinitas.
Selain itu, delegasi juga melakukan kunjungan ke Seed and Seedling Science serta Wenzhou Vocational College of Science and Technology. Kunjungan tersebut ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UBB dan Wenzhou Vocational College of Science and Technology Park.
MoU ditandatangani oleh President Wenzhou Vocational College of Science and Technology Park, Prof. Chen Lianmeng, dan Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si. Kesepakatan tersebut mencakup kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan teknologi hijau bidang pertanian tropis.
Kerja sama ini membuka peluang Indonesia dan Tiongkok untuk memperluas penelitian dan implementasi pertanian ramah lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan model pertanian yang tangguh, adaptif, dan mampu meningkatkan produktivitas di wilayah pesisir, khususnya Bangka Belitung. (*/ubb.ac.id)













