BANGKA TENGAH, DAN – Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Ferry Joko Juliantono bersama Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 di Balai Desa Namang, Jumat (24/10/2025). Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani beserta Forkopimda.
Dalam sambutannya, Menkop Ferry Joko Juliantono mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menginventarisasi lahan di seluruh wilayah Indonesia untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih. Ia menargetkan 80 ribu KMP dapat berdiri dan beroperasi secara penuh pada Maret 2026.
“Bulan Maret tahun 2026 nanti seluruh pembangunan gedung koperasi di seluruh Indonesia sudah terbangun fisik beserta gerai-gerainya dan siap operasional,” jelas Ferry.
Menurutnya, keberadaan KMP akan menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa. Melalui koperasi, diharapkan kesejahteraan meningkat dan kesenjangan ekonomi menurun. Ferry juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang dinilainya sebagai daerah tercepat dalam pembentukan KMP.
“Sejak dimulai legalitasnya melalui musyawarah desa khusus, Provinsi Babel yang tercepat, dan semua itu berkat bantuan Bapak Gubernur dan para kepala daerah di kabupaten/kota,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani melaporkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 393 koperasi desa/kelurahan di seluruh Babel, dengan 387 di antaranya sudah memiliki akun Simkopdes atau sistem manajemen koperasi digital. Sebanyak 279 KMP juga telah berbadan hukum per Juni 2025.
Hidayat menjelaskan, program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif strategis untuk membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa. “Koperasi bukan hanya wadah simpan pinjam, tetapi mesin ekonomi yang mampu mengembangkan produk unggulan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 58 Koperasi Merah Putih yang tengah mengajukan kemitraan dengan BUMN, dan delapan koperasi lainnya telah memulai pembangunan gerai dan pergudangan di sejumlah titik.
Pemerintah Provinsi Babel, lanjut Hidayat, berkomitmen mendukung gerakan KMP dengan memberikan pendampingan usaha, pembiayaan, hingga memperluas jejaring pemasaran. “Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri dan Jaksa Agung Muda Intelijen yang telah hadir dan memberi semangat bagi gerakan koperasi di Babel,” tambahnya.
Program nasional Koperasi Merah Putih digagas pemerintah pusat untuk memperkuat perekonomian desa, menekan angka kemiskinan ekstrem, serta mengendalikan inflasi melalui pelayanan ekonomi terpadu seperti penyediaan sembako murah, layanan kesehatan, dan dukungan logistik. Selain itu, KMP diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tukar petani, serta mendorong inklusi keuangan di tingkat desa. (*/red)














