ROMA, DAN – Pertandingan Serie A akhir pekan ini menghadirkan dua laga menarik yang berakhir dengan hasil berbeda bagi dua tim besar: Inter Milan sukses membawa pulang tiga poin dari markas AS Roma, sementara Napoli harus pulang tanpa poin usai dikalahkan Torino di Stadio Olimpico Grande Torino.
Inter Milan tampil penuh determinasi saat menghadapi AS Roma di Stadio Olimpico. Tim besutan Cristian Chivu itu menunjukkan intensitas tinggi sejak awal pertandingan dan berhasil unggul cepat di menit keenam melalui gol Ange-Yoan Bonny.
Berawal dari umpan terobosan Nicolo Barella, Bonny berlari lepas dari kawalan bek Roma dan melepaskan tembakan kaki kanan keras yang tak mampu dihalau Svilar. Gol ini menjadi yang ketiganya dalam tujuh laga terakhir dan terbukti menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Roma mencoba bangkit setelah tertinggal. Dybala dan Dovbyk beberapa kali mengancam gawang Inter, namun penampilan solid Yann Sommer di bawah mistar menjadi pembeda. Kiper asal Swiss itu melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan tendangan bebas Dybala dan sepakan keras Hermoso.
Inter sendiri tetap disiplin hingga menit akhir. Mkhitaryan nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-84 lewat tembakan keras yang membentur tiang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Nerazzurri — hasil yang membuat mereka kembali ke jalur kemenangan usai jeda internasional.
Nasib berbeda dialami Napoli yang harus mengakui keunggulan Torino dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Giovanni Simeone di menit ke-32 sudah cukup untuk memastikan kemenangan bagi tuan rumah.
Napoli sejatinya mendominasi penguasaan bola, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol. Bahkan, Noa Lang sempat mencetak gol di masa tambahan waktu, tapi dianulir karena offside.
“Kami terlalu lembek di awal pertandingan. Seolah-olah kami sendiri yang memberikan gol untuk lawan. Kami harus memperbaiki intensitas dan pendekatan kami,” ujar Pelatih Napoli, Antonio Conte.
Meski kecewa dengan hasil, Conte menegaskan pentingnya fokus pada pengembangan pemain dan menjaga kebugaran tim di tengah jadwal padat.
“Kami harus siap bermain dua kali dalam seminggu dan tidak boleh kehilangan fokus. Sekarang kami menatap laga Liga Champions dan berusaha memperbaiki diri di semua aspek,” tambahnya. (*/inter.it/sscnapoli.it)













