FeatureNasional & InternasionalOlahraga

Jelang Derby Manchester: Kilas Balik Momen Ikonik di Era Premier League

×

Jelang Derby Manchester: Kilas Balik Momen Ikonik di Era Premier League

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: premiereleague.com

MANCHESTER City dan Manchester United kembali bersiap menyalakan bara rivalitas abadi di Etihad Stadium akhir pekan ini (14/9/2025). Derby Manchester bukan sekadar pertandingan, melainkan drama penuh gengsi yang kerap menghadirkan kisah ikonik, mulai dari gol spektakuler, selebrasi kontroversial, hingga momen-momen emosional yang membekas di ingatan.

Salah satu momen paling legendaris terjadi pada Februari 2011 ketika Wayne Rooney, yang sebenarnya tampil di bawah performa, mencetak gol salto luar biasa untuk memastikan kemenangan 2-1 United di Old Trafford. Sir Alex Ferguson bahkan menyebutnya sebagai gol terbaik yang pernah ia lihat di Teater Impian. Beberapa bulan kemudian, di sisi biru kota Manchester, Mario Balotelli melahirkan selebrasi paling ikonik sepanjang sejarah derby. Setelah membuka skor dalam kemenangan bersejarah 6-1 di Old Trafford, ia mengangkat kaosnya bertuliskan “Why always me?”, simbol dari keeksentrikan sang striker Italia.

Tak kalah dramatis adalah derby September 2009, ketika Michael Owen memastikan dirinya diterima di hati fans United lewat gol penentu di menit ke-96. Skor 4-3 bukan hanya kemenangan biasa, tetapi juga penegasan dominasi United atas tetangga yang baru saja masuk era baru bersama kekuatan finansial Abu Dhabi. Namun titik balik rivalitas datang pada April 2012. Sundulan Vincent Kompany memberi kemenangan 1-0 bagi City di Etihad, membuka jalan menuju gelar Premier League pertama mereka. Gol itu kemudian dianggap sebagai simbol lahirnya dinasti baru di Manchester.

United sempat membalas pada Desember 2012 lewat aksi Robin van Persie, rekrutan emas Ferguson, yang mencetak gol penentu lewat tendangan bebas di menit akhir. Kemenangan 3-2 itu menjadi tonggak penting dalam upaya Ferguson menutup kariernya dengan gelar liga terakhir. Dan dalam bab terbaru yang tercipta Desember 2024, Amad Diallo menulis kisahnya sendiri. Pemain muda asal Pantai Gading itu memancing penalti untuk Bruno Fernandes sebelum mencetak gol kemenangan di menit akhir, memberi pelatih Ruben Amorim derby pertamanya dengan hasil manis di Etihad.

Derby Manchester terus menghadirkan cerita yang tak pernah basi. Dari selebrasi penuh emosi, drama menit akhir, hingga lahirnya bintang baru, setiap pertemuan selalu menyisakan babak baru dalam sejarah sepak bola Inggris. Minggu ini, panggung di Etihad kembali disiapkan. Tinggal menunggu, siapa yang akan menjadi penulis kisah berikutnya. (*/premierleague.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *