PANGKALPINANG, DAN – Direktorat Intelkam Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Subdit Politik dan Pemerintahan menggelar pelatihan peningkatan kemampuan dengan tema “Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif Pasca Pilkada Ulang 2025′, Kamis (11/9/2025). Kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan setelah dinamika politik pemilihan.
Kasubdit Politik dan Pemerintahan Ditintelkam Polda Babel, Kompol Elpiadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam menyukseskan pilkada ulang di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan pemilihan yang aman dan tertib tidak lepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan pilkada ulang baik di Pangkalpinang maupun di Kabupaten Bangka tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban. Kondusifitas ini adalah hasil kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Kompol Elpiadi menjelaskan, Subdit Politik dan Pemerintahan Ditintelkam memiliki tugas utama melakukan deteksi dan cegah dini potensi kerawanan politik, memantau aktivitas partai politik dan ormas, mengawasi kebijakan pemerintah, hingga menyusun analisis intelijen untuk bahan pertimbangan pimpinan. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.
Kompol Elpiadi menilai dinamika pemilu hingga pilkada ulang menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat dan aparat keamanan. Meski sempat diwarnai tensi politik, masyarakat tetap mampu menjaga suasana kondusif melalui kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Pelatihan ini adalah bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang telah ikut menjaga suasana tetap kondusif. Harapannya, semangat ini tidak hanya berhenti pada momen pilkada, tetapi juga berlanjut ke kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Selain soal politik, Kompol Elpiadi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam membantu kepolisian menangani isu sosial lain seperti maraknya geng motor dan potensi gangguan kamtibmas. Informasi dari warga dinilai sebagai kunci keberhasilan deteksi dini.
“Keterlibatan aktif masyarakat akan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” tutupnya. (*/red)













