Nasional & InternasionalOlahraga

Pertarungan Para Striker Baru Panaskan Serie A 2025/26, dari Bintang Baru hingga Penyerang Senior

×

Pertarungan Para Striker Baru Panaskan Serie A 2025/26, dari Bintang Baru hingga Penyerang Senior

Sebarkan artikel ini
Striker Muda Baru AS Roma Usia 21 Tahun, Evan Ferguson.

SERIE A musim 2025/26 dipastikan akan menghadirkan salah satu persaingan paling sengit dalam perebutan gelar Capocannoniere atau top skor. Dengan hengkangnya Mateo Retegui, top skor musim lalu, peta persaingan kini semakin terbuka lebar. Nama-nama lama seperti Moise Kean yang musim lalu menjadi runner-up, hingga Lautaro Martínez dan Dusan Vlahović, masih berada di daftar unggulan. Namun, kedatangan sejumlah striker baru dengan reputasi besar maupun talenta muda menjadikan musim ini semakin panas.

Juventus menjadi sorotan utama di bursa transfer setelah mendatangkan Jonathan David dan Loïs Openda. David, penyerang asal Kanada, langsung memberi kesan dengan mencetak gol di laga debut melawan Parma. Meski gagal menambah gol di pertandingan berikutnya, rekornya bersama Lille dengan 87 gol dalam lima musim Ligue 1 membuat harapan tinggi tertuju padanya. Openda datang dengan reputasi tajam dari Bundesliga bersama RB Leipzig, di mana ia mencatat 28 gol dan 7 assist musim lalu. Kecepatan dan insting golnya diprediksi akan menjadikannya pasangan ideal bagi David maupun Vlahović, sekaligus menambah daya ledak Juventus di lini depan.

AC Milan juga melakukan gebrakan besar dengan mendatangkan Christopher Nkunku. Eks bintang RB Leipzig ini dikenal sebagai pemain serbabisa, mampu berperan sebagai striker kedua, winger, maupun gelandang serang. Meski kariernya di Chelsea kerap diganggu cedera, kualitasnya tetap tak diragukan. Nkunku diharapkan mampu memberi warna baru dalam serangan Rossoneri, baik berduet dengan Gimenez atau Leão, maupun menjadi alternatif bagi Pulisic. Jika mampu kembali ke performa terbaik, Nkunku berpotensi menjadi salah satu penentu dalam perebutan Scudetto sekaligus kandidat kuat top skor.

Napoli di bawah asuhan Antonio Conte juga tidak ketinggalan dalam perburuan striker tajam. Mereka berhasil membawa pulang Rasmus Højlund, penyerang muda Denmark yang sempat menjalani musim naik-turun bersama Manchester United. Dengan postur 191 cm namun tetap memiliki kecepatan tinggi, Højlund menawarkan gaya bermain yang agresif dan langsung, sangat sesuai dengan filosofi Conte. Meski lemah dalam duel udara, instingnya di laga besar—seperti torehan lima gol dalam enam pertandingan Liga Champions musim lalu—membuatnya berpotensi menjadi pembeda bagi Napoli musim ini.

Roma pun memiliki senjata baru dalam diri Evan Ferguson. Striker 21 tahun asal Irlandia ini datang dari Brighton dengan label talenta besar meski catatan golnya belum terlalu spektakuler. Ferguson dikenal cerdas, kuat secara fisik, dan memiliki etos kerja tinggi. Dengan dukungan kreator ulung seperti Paulo Dybala dan Matías Soulé, Ferguson diyakini bisa menjadikan musim ini sebagai tahun terobosannya di level tertinggi.

Selain para nama besar, Serie A juga kedatangan sejumlah talenta muda menjanjikan. Semih Kılıçsoy, pemain 19 tahun asal Turki yang cepat dan naluriah, akan mengembangkan kemampuannya bersama Cagliari. Nikola Štulić, striker Serbia berusia 23 tahun, diharapkan menjadi tumpuan utama Lecce dengan kekuatan duel udaranya. Pisa menghadirkan Henrik Meister, target man asal Denmark setinggi 194 cm yang dipandang memiliki potensi besar meski belum tajam di depan gawang. Udinese bahkan mendatangkan dua pemain dengan profil berbeda, yakni Adam Buska yang berpengalaman serta Idrissa Gueye, wonderkid asal Senegal yang baru berusia 19 tahun. Verona juga tidak mau ketinggalan, dengan mendatangkan Gift Orban yang sudah membuktikan ketajamannya di Eropa serta Giovane yang langsung mencuri perhatian di debut Serie A dengan mencetak gol dan assist.

Dengan deretan nama tersebut, persaingan perebutan gelar Capocannoniere musim ini dipastikan semakin sengit. Striker mapan seperti Martínez, Vlahović, dan Kean akan mendapat tantangan serius dari para pendatang baru yang membawa energi segar. Pertarungan tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang paling produktif, tetapi juga siapa yang paling konsisten sepanjang musim. Serie A musim 2025/26 tampaknya akan menjadi panggung duel dua generasi, di mana penyerang senior yang sudah teruji harus berhadapan dengan bintang muda dan pendatang baru yang haus pembuktian. (*/legaseriea.it)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *