CHANGZHOU, DAN – Tim bulu tangkis Indonesia hanya mampu mengirimkan empat wakil ke perempat final China Open 2025. Sementara sejumlah unggulan lain harus terhenti di babak 16 besar yang digelar di Changzhou, Kamis (24/7/2025).
Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali menunjukkan taji mereka dengan kemenangan meyakinkan atas sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dengan skor telak 21-8, 21-13.
“Hari ini kami dari awal terus menekan. Poin demi poin kami komunikasikan dengan baik, terutama dalam pengembalian bola,” ujar Fajar.
Ia juga memuji performa servis Fikri yang dinilainya menyulitkan lawan. Meski masih tergolong pasangan baru, keduanya tetap percaya diri menghadapi tantangan selanjutnya.
Fikri menambahkan bahwa lawan di babak perempat final, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, yang baru saja naik ke peringkat satu dunia, akan menjadi ujian sesungguhnya.
“Kami tidak boleh lengah sedikit pun. Kehilangan satu poin saja bisa sangat krusial,” katanya.
Di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung kembali menampilkan performa solid dengan mengalahkan wakil Chinese Taipei, Lin Hsiang Ti, 21-13, 21-14. Meskipun menang dua gim langsung, Gregoria mengakui masih belum puas.
“Saya bersyukur bisa kembali ke perempat final, tapi masih banyak yang harus diperbaiki. Terutama fokus saat poin-poin akhir,” ungkap Gregoria yang kehilangan beberapa poin setelah menyentuh angka 20 di gim kedua.
Sementara itu, dari sektor ganda campuran, dua pasangan berhasil melaju. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil dominan atas pasangan Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, dengan skor 21-9, 21-15. Mereka mengaku siap memberikan permainan terbaik di laga berikutnya.
“Saat lawan mulai menaikkan tempo di akhir gim kedua, kami sedikit terlambat antisipasi. Itu akan jadi bahan evaluasi,” ujar Jafar.
Pasangannya, Felisha menyebut bahwa pertandingan hari ini lebih ringan dibandingkan babak sebelumnya, namun tetap menegaskan pentingnya fokus dan agresivitas.
Pasangan ganda campuran lainnya, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, juga melaju setelah mengatasi unggulan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, dengan kemenangan 21-14, 21-15. Rehan menyoroti pentingnya menjaga tempo cepat dalam permainan mereka.
“Kalau main lambat, mereka bisa sangat berbahaya. Kami terus tekan dan memanfaatkan keunggulan pengembalian servis,” tambah Gloria.
Sayangnya, tidak semua wakil Indonesia mampu melangkah mulus. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus tersingkir usai kalah tipis dari pasangan Korea, Wang Chan/Jeong Na Eun, dengan skor 21-12, 13-21, 19-21. Mereka mengakui kehilangan momentum setelah gim pertama dan terlalu bermain aman di gim kedua.
“Bermain hati-hati saat unggul justru membuat lawan berkembang. Ini pelajaran penting soal mental dan fokus di level atas,” ujar Amri.
Nasib serupa juga dialami beberapa unggulan Indonesia lain. Jonatan Christie, unggulan keempat tunggal putra, harus mengakui keunggulan pemain muda Prancis, Christo Popov, dalam laga sengit tiga gim: 12-21, 21-13, 16-21.
Di sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana gagal membendung kekuatan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dan kalah dua gim langsung 19-21, 19-21. Kekalahan juga diderita ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang takluk dari unggulan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, 14-21, 9-21.
Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan empat wakil di babak perempat final dari sektor ganda putra, tunggal putri, dan dua ganda campuran. Pertandingan berikutnya akan semakin menantang, namun masih terbuka peluang untuk merebut gelar di turnamen level Super 1000 ini. (*/pbsi.id)













